Breaking News:

Sakit Hati Jabatan Direbut, Pasutri Bunuh Kontraktor, Direncanakan oleh Istri, Terungkap Fakta

Dalam rekontruksi tersebut, kedua pelaku berinisial SM (38) dan MS (35) memperagakan 19 adegan.

Editor: Weni Wahyuny
TRIBUNKALTIM.CO/SYIFAUL MIRFAQO
Kegiatan rekonstruksi pembunuhan berencana yang diperagakan oleh pelaku pasangan suami-istri SM dan MS, di halaman Polres Kutai Timur, Kalimantan Timur pada Kamis (10/6/2021). TRIBUNKALTIM.CO/SYIFA'UL MIRFAQO 

Sang korban, HL (53) ditemukan dalam keadaan meninggal dunia pada hari kamis (13/5/2021) dengan luka tusuk di perut dan anggota tubuh lainnya.

Ternyata dua hari sebelum ditemukan meninggal dunia, korban diketahui akan pergi mengambil uang gaji karyawan di kantor perusahaan.

"Namun hingga malam tiba, HL tak kunjung datang sehingga pihak manajemen perusahaan mencurigai korban telah membawa lari uang tersebut dan melaporkannya ke Polsek Sangkulirang," ujar Welly.

Hingga akhirnya ada informasi penemuan jasad korban dan kendaraan milik korban di Desa Tepian Terap Kecamatan Sangkulirang, Kabupaten Kutim.

Olah tempat kejadian perkara (TKP) langsung dilakukan oleh tim dari Polsek Sangkulirang dan berhasil menemukan barang bukti berupa pisau berwarna kuning yang tidak jauh dari jasad korban.

"Kemudian dilakukan pengumpulan bahan keterangan terhadap para saksi serta mencari informasi terkait dengan adanya kejadian tersebut," ucapnya.

Setelah dilakukan penyelidikan, personil Polsek Sangkulirang mencurigai sepasang suami istri terduga pelaku pembunuhan yang berinisial SM dan MS.

Pencarian terhadap kedua pelaku langsung dilakukan dan pelaku berhasil ditangkap di Desa Mandu Pantai Sejahtera Kecamatan Sangkulirang, Kutim.

Setelah dilakukan penangkapan, kemudian dilakukan penggeledahan di rumah tersebut.

Hasilnya ditemukan 1 unit Hp merek Nokia warna Hitam milik Korban yg disimpan oleh pelaku di bawah karpet.

Dan uang gaji karyawan yang dibawa korban saat kejadian perkara sebesar Rp 77.860.000.

Kepolisian juga mengamankan berang bukti lainnya seperti pakaian pelaku, 1 unit sepeda motor milik pelaku dan korban, serta pisau yang digunakan sebagai alat pembunuhan.

"Usai pengambilan keterangan terhadap pelaku, modus pembunuhan dilakukan dengan meminta tolong kepada korban untuk diantar menagih hutang ke barak karyawan menggunakan motor," terang Welly.

Ketika berjalan sekitar 30 menit, MS menarik rambut Korban dari arah belakang sehingga keduanya terjatuh dari motor.

Selanjutnya MS langsung menusukkan pisau ke perut korban dan tak lama MS, suaminya membantu melakukan pembunuhan dengan memukul dan menginjak korban.

5. Gara-gara jabatan direbut

Motif pelaku membunuh korban didasari rasa sakit hati karena korban merebut jabatan salah satu pelaku sebagai kepala rombongan di perusahaannya.

Pelaku juga dendam terhadap korban karena diduga menyebabkan pelaku harus kehilangan pekerjaan.

Tindak pidana yang disangkakan adalah Pasal 338 dan atau Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana.

Dengan ganjaran paling berat hukuman pidana mati atau seumur hidup.

"Atau paling lama dua puluh tahun," tutup Welly.

Baca juga: Ingat Bu Guru yang Sempat Dikabarkan Lumpuh setelah Suntik Vaksin, Berikut Kondisinya Terkini

Berita Pembunuhan Lainnya

Artikel ini telah tayang di TribunKaltim.co dengan judul TERKUAK SADISNYA Cara Istri Bantu Suami Bunuh Rekannya Pakai Pisau Dapur, Sakit Hati Jabatan Direbut

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved