Breaking News:

Rumah Subsidi Masih DIminati, REI Realisasikan Penjualan Rumah 5.000 Unit 

Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Real Estate Indonesia (REI) mencatat realisasi penjualan rumah lebih dari 5.000 unit

Penulis: Hartati
Editor: Prawira Maulana
istimewa
ilustrasi 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Real Estate Indonesia (REI) mencatat realisasi penjualan rumah lebih dari 5.000 unit atau mencapai 40 persen hingag Mei 2021. Penjualan terbanyak tetap didominasi oleh rumah subsidi.

REI menargetkan penjualan rumah tahun ini 15 ribu unit. Namun target ini sepertinya sulit direalisasikan karena terbentur dengan kebijakan dana APBN.

"Penjualan rumah tahun ini hampir sama kondisinya dengan tahun lalu dan kita berharap target hingga akhir tahun paling tidak tembus 13 ribuan," ujar Ketua DPD REI Sumsel Zewwy Salim melalui Wakil Ketua bidang Rumah Subsidi, Andi Salam, Jumat (11/6/2021).

Andi mengatakan penjualan rumah tahun lalu di awal tahun memang drop karena pandemi melanda tanah air mulai Maret namun diakhir tahun dikebut dan bisa terealisasi hingga 10 ribuan unit. 

Tahun ini penjualan rumah justru mulai menggeliat sejak awal tahun. Andi memprediksi paling banyak penjualan bisa mencapai 13 ribu unit rumah karena kuota APBN untuk dana FLPP harus berbagi dengan daerah lain di tanah air.

Sementara itu kebijakan pemerintah lainnya untuk rumah subsidi seperti Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT) kurang diminati masyarakat karena bantuan subsidi uang muka rumah ini memiliki selisih harga dan juga kurang familiar.

Penjualan rumah subsidi terbanyak masih di Palembang, namun saat ini pertumbuhan pengembang ruang subsidi sudah merata di semua kabupaten kota di Sumsel karena banyak pengembang yang bermain di bisnis rumah subsidi.

"Penjualan rumah komersil saat ini memang sedikit sulit karena kondisi ekonomi masih belum pulih sepenuhnya," tambah Andi.

Andi mengakui luas tanah rumah subsidi di Palembang memang semakin minimalis karena harga tanah di Palembang saat ini sudah semakin mahal mencapai Rp 200 ribu per meter.  Sehingga luas tanah untuk rumah subsidi saat ini berkisar 80 meteran.

Berbeda dengan di kabupaten kota lainnya di Sumsel luas tanah untuk rumah subsidi bisa lebih luas karena harga tanah di daerah lebih murah dibanding harga di Palembang.

Andi mengatakan pembangunan rumah subsidi memiliki aturan batas bawah dan atas sehingga luas tanah yang dibangun untuk rumah disesuaikan dengan harga tanah di masing-masing daerah.(tnf)

 
 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved