Breaking News:

Bawa 25 kg Sabu, Taufik Hidayat Dituntut Hukuman Mati

Taufik Hidayat, terdakwa kasus narkotika dengan bukti 25 kilogram sabu dituntut jaksa penuntut umum (JPU) dengan hukuman mati. 

shinta
Kasi Penkum Kejati Sumsel, Khaidirman, didampingi Kasubsi Humas Kejati Sumsel, M. Fadli Habibi. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG -Taufik Hidayat, terdakwa kasus narkotika dengan bukti 25 kilogram sabu dituntut jaksa penuntut umum (JPU) dengan hukuman mati. 

Dalam sidang virtual yang digelar pengadilan negeri Palembang, Kamis (10/6/2021), JPU menyatakan terdakwa bersalah dan terbukti melanggar Pasal 114 ayat (2) UU Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

"Perbuatan terdakwa tidak mendukung program pemberantasan narkotika," ujar JPU dalam sidang dengan majelis hakim yang diketuai Eddy Cahyono SH MH tersebut. 

Sebelumnya sidang ini sempat mengalami penundaan sebanyak 4 kali. 

Mendengar tuntutan hukuman mati, melalui kuasa hukumnya, terdakwa akan menyiapkan pledoinya yang akan dibacakan agenda sidang selanjutnya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi, Kasi Penkum Kejati Sumsel, Khaidirman SH MH mengatakan, berdasarkan pertimbangan JPU, tidak ada hal-hal yang meringankan tuntutan terhadap terdakwa.

"Mengingat banyaknya barang bukti yang didapat dari terdakwa ini, maka dia dituntut dengan pasal 114 ayat 2. Untuk itu JPU menuntut terdakwa dengan hukuman mati," ujar Khaidirman, Jum'at (11/6/2021).

Sementara itu, dilansir dari Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) Pengadilan Negeri Palembang, terdakwa Taufik Hidayat alias Opik diminta oleh seorang bernama Rahman (DPO) untuk mengambil paket yang di maksud di Kabupaten Pali untuk selanjutnya diantarkan ke kawasan Kota Sekayu.

Taufik Hidayat menyetujui perintah tersebut dengan imbalan yang dijanjikan oleh Rahman (DPO) sebesar Rp.15 juta. 

Dengan menggunakan mobil, Taufik langusng menuju lokasi yang telah ditentukan. 

Halaman
12
Penulis: Shinta Dwi Anggraini
Editor: Prawira Maulana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved