Breaking News:

Amalan Malam Jumat

Surat As-Saffat Lengkap Tulisan Arab, Latin dan Artinya, Sebagai Pembawa Syafaat di Hari Akhir

“Hari baik yang paling baik ketika terbitnya matahari adalah hari Jumat. Pada hari itu saat Adam diciptakan, Adam dimasukkan ke surga, dan kemudian be

Penulis: Anggraini Munanda Effani | Editor: Anggraini Munanda Effani
Tribunsumsel.com/unsplash
Surat As-Saffat Lengkap Tulisan Arab, Latin dan Artinya, Sebagai Pembawa Syafaat di Hari Akhir 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Surat As-Saffat Lengkap Tulisan Arab, Latin dan Artinya, Sebagai Pembawa Syafaat di Hari Akhir.

“Hari baik yang paling baik ketika terbitnya matahari adalah hari Jumat. Pada hari itu saat Adam diciptakan, Adam dimasukkan ke surga, dan kemudian beliau (Adam) dikeluarkan dari surga. Sementara hari kiamat tidaklah terjadi selain pada hari Jumat” (HR. Muslim).

Hadist di atas merupakan salah satu yang berbicara mengenai keutamaan hari Jumat.yang disebutkan dalam hadist berikut:

Ada banyak amalan yang dianjurkan pada malam jumat seperti memperbanyak shalawat nabi, berdoa, membaca surat al-kahfi, surat yasin termasuk surat as-shaffat.

Berikut Bacaan Surat As-Saffat Ayat 1-100 untuk Dibaca pada Malam Jumat agar mendapat syafaat di hari akhir:

Bacaan Surat As-Saffat Ayat 1-100

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

وَالصّٰۤفّٰتِ صَفًّاۙ
waṣ-ṣāffāti ṣaffā
1. Demi (rombongan malaikat) yang berbaris bersaf-saf,

فَالزّٰجِرٰتِ زَجْرًاۙ
faz-zājirāti zajrā
2. demi (rombongan) yang mencegah dengan sungguh-sungguh,

فَالتّٰلِيٰتِ ذِكْرًاۙ
fat-tāliyāti żikrā
3. demi (rombongan) yang membacakan peringatan,

اِنَّ اِلٰهَكُمْ لَوَاحِدٌۗ
inna ilāhakum lawāḥid
4. sungguh, Tuhanmu benar-benar Esa.

رَبُّ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا وَرَبُّ الْمَشَارِقِۗ
rabbus-samāwāti wal-arḍi wa mā bainahumā wa rabbul-masyāriq
5. Tuhan langit dan bumi dan apa yang berada di antara keduanya dan Tuhan tempat-tempat terbitnya matahari.

اِنَّا زَيَّنَّا السَّمَاۤءَ الدُّنْيَا بِزِيْنَةِ ِۨالْكَوَاكِبِۙ
innā zayyannas-samā`ad-dun-yā bizīnatinil-kawākib
6. Sesungguhnya Kami telah menghias langit dunia (yang terdekat), dengan hiasan bintang-bintang.

وَحِفْظًا مِّنْ كُلِّ شَيْطٰنٍ مَّارِدٍۚ
wa ḥifẓam ming kulli syaiṭānim mārid
7. Dan (Kami) telah menjaganya dari setiap setan yang durhaka,

لَا يَسَّمَّعُوْنَ اِلَى الْمَلَاِ الْاَعْلٰى وَيُقْذَفُوْنَ مِنْ كُلِّ جَانِبٍۖ
lā yassamma'ụna ilal-mala`il-a'lā wa yuqżafụna ming kulli jānib
8. mereka (setan-setan itu) tidak dapat mendengar (pembicaraan) para malaikat dan mereka dilempari dari segala penjuru,

دُحُوْرًا وَّلَهُمْ عَذَابٌ وَّاصِبٌ
duḥụraw wa lahum 'ażābuw wāṣib
9. untuk mengusir mereka dan mereka akan mendapat azab yang kekal,

اِلَّا مَنْ خَطِفَ الْخَطْفَةَ فَاَتْبَعَهٗ شِهَابٌ ثَاقِبٌ
illā man khaṭifal-khaṭfata fa atba'ahụ syihābun ṡāqib
10. kecuali (setan) yang mencuri (pembicaraan); maka ia dikejar oleh bintang yang menyala.

فَاسْتَفْتِهِمْ اَهُمْ اَشَدُّ خَلْقًا اَمْ مَّنْ خَلَقْنَا ۗاِنَّا خَلَقْنٰهُمْ مِّنْ طِيْنٍ لَّازِبٍ
fastaftihim a hum asyaddu khalqan am man khalaqnā, innā khalaqnāhum min ṭīnil lāzib
11. Maka tanyakanlah kepada mereka (musyrik Mekah), “Apakah penciptaan mereka yang lebih sulit ataukah apa yang telah Kami ciptakan itu?” Sesungguhnya Kami telah menciptakan mereka dari tanah liat.

بَلْ عَجِبْتَ وَيَسْخَرُوْنَ ۖ
bal 'ajibta wa yaskharụn
12. Bahkan engkau (Muhammad) menjadi heran (terhadap keingkaran mereka) dan mereka menghinakan (engkau).

وَاِذَا ذُكِّرُوْا لَا يَذْكُرُوْنَ ۖ
wa iżā żukkirụ lā yażkurụn
13. Dan apabila mereka diberi peringatan, mereka tidak mengindahkannya.

وَاِذَا رَاَوْا اٰيَةً يَّسْتَسْخِرُوْنَۖ
wa iżā ra`au āyatay yastaskhirụn
14. Dan apabila mereka melihat suatu tanda (kebesaran) Allah, mereka memperolok-olokkan.

وَقَالُوْٓا اِنْ هٰذَآ اِلَّا سِحْرٌ مُّبِيْنٌ ۚ
wa qālū in hāżā illā siḥrum mubīn
15. Dan mereka berkata, “Ini tidak lain hanyalah sihir yang nyata.

ءَاِذَا مِتْنَا وَكُنَّا تُرَابًا وَّعِظَامًا ءَاِنَّا لَمَبْعُوْثُوْنَۙa
iżā mitnā wa kunnā turābaw wa 'iẓāman a innā lamab'ụṡụn
16. Apabila kami telah mati dan telah menjadi tanah dan tulang-belulang, apakah benar kami akan dibangkitkan (kembali)?

اَوَاٰبَاۤؤُنَا الْاَوَّلُوْنَۗ
a wa ābā`unal-awwalụn
17. dan apakah nenek moyang kami yang telah terdahulu (akan dibangkitkan pula)?”

قُلْ نَعَمْ وَاَنْتُمْ دَاخِرُوْنَۚ
qul na'am wa antum dākhirụn
18. Katakanlah (Muhammad), “Ya, dan kamu akan terhina.”

فَاِنَّمَا هِيَ زَجْرَةٌ وَّاحِدَةٌ فَاِذَا هُمْ يَنْظُرُوْنَ
fa innamā hiya zajratuw wāḥidatun fa iżā hum yanẓurụn
19. Maka sesungguhnya kebangkitan itu hanya dengan satu teriakan saja; maka seketika itu mereka melihatnya.

وَقَالُوْا يٰوَيْلَنَا هٰذَا يَوْمُ الدِّيْنِ
wa qālụ yā wailanā hāżā yaumud-dīn
20. Dan mereka berkata, “Alangkah celaka kami! (Kiranya) inilah hari pembalasan itu.”

هٰذَا يَوْمُ الْفَصْلِ الَّذِيْ كُنْتُمْ بِهٖ تُكَذِّبُوْنَ
hāżā yaumul-faṣlillażī kuntum bihī tukażżibụn
21. Inilah hari keputusan yang dahulu kamu dustakan.

اُحْشُرُوا الَّذِيْنَ ظَلَمُوْا وَاَزْوَاجَهُمْ وَمَا كَانُوْا يَعْبُدُوْنَ ۙ
uḥsyurullażīna ẓalamụ wa azwājahum wa mā kānụ ya'budụn
22. (Diperintahkan kepada malaikat), “Kumpulkanlah orang-orang yang zalim beserta teman sejawat mereka dan apa yang dahulu mereka sembah,

مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ فَاهْدُوْهُمْ اِلٰى صِرَاطِ الْجَحِيْمِ
min dụnillāhi fahdụhum ilā ṣirāṭil-jaḥīm
23. selain Allah, lalu tunjukkanlah kepada mereka jalan ke neraka.

وَقِفُوْهُمْ اِنَّهُمْ مَّسْـُٔوْلُوْنَ ۙ
waqifụhum innahum mas`ụlụn
24. Tahanlah mereka (di tempat perhentian), sesungguhnya mereka akan ditanya,

مَا لَكُمْ لَا تَنَاصَرُوْنَ
mā lakum lā tanāṣarụn
25. ”Mengapa kamu tidak tolong-menolong?”

بَلْ هُمُ الْيَوْمَ مُسْتَسْلِمُوْنَ
bal humul-yauma mustaslimụn
26. Bahkan mereka pada hari itu menyerah (kepada keputusan Allah).

وَاَقْبَلَ بَعْضُهُمْ عَلٰى بَعْضٍ يَّتَسَاۤءَلُوْنَ
wa aqbala ba'ḍuhum 'alā ba'ḍiy yatasā`alụn
27. Dan sebagian mereka menghadap kepada sebagian yang lain saling berbantah-bantahan.

قَالُوْٓا اِنَّكُمْ كُنْتُمْ تَأْتُوْنَنَا عَنِ الْيَمِيْنِ
qālū innakum kuntum ta`tụnanā 'anil-yamīn
28. Sesungguhnya (pengikut-pengikut) mereka berkata (kepada pemimpin-pemimpin mereka), “Kamulah yang dahulu datang kepada kami dari kanan.”

قَالُوْا بَلْ لَّمْ تَكُوْنُوْا مُؤْمِنِيْنَۚ
qālụ bal lam takụnụ mu`minīn
29. (Pemimpin-pemimpin) mereka menjawab, “(Tidak), bahkan kamulah yang tidak (mau) menjadi orang mukmin,

وَمَا كَانَ لَنَا عَلَيْكُمْ مِّنْ سُلْطٰنٍۚ بَلْ كُنْتُمْ قَوْمًا طٰغِيْنَ
wa mā kāna lanā 'alaikum min sulṭān, bal kuntum qauman ṭāgīn
30. sedangkan kami tidak berkuasa terhadapmu, bahkan kamu menjadi kaum yang melampaui batas.

فَحَقَّ عَلَيْنَا قَوْلُ رَبِّنَآ ۖاِنَّا لَذَاۤىِٕقُوْنَ
fa ḥaqqa 'alainā qaulu rabbinā innā lażā`iqụn
31. Maka pantas putusan (azab) Tuhan menimpa kita; pasti kita akan merasakan (azab itu).

فَاَغْوَيْنٰكُمْ اِنَّا كُنَّا غٰوِيْنَ
fa agwainākum innā kunnā gāwīn
32. Maka kami telah menyesatkan kamu, sesungguhnya kami sendiri, orang-orang yang sesat.”

فَاِنَّهُمْ يَوْمَىِٕذٍ فِى الْعَذَابِ مُشْتَرِكُوْنَfa
innahum yauma`iżin fil-'ażābi musytarikụn
33. Maka sesungguhnya mereka pada hari itu bersama-sama merasakan azab.

اِنَّا كَذٰلِكَ نَفْعَلُ بِالْمُجْرِمِيْنَ
innā każālika naf'alu bil-mujrimīn
34. Sungguh, demikianlah Kami memperlakukan terhadap orang-orang yang berbuat dosa.

اِنَّهُمْ كَانُوْٓا اِذَا قِيْلَ لَهُمْ لَآ اِلٰهَ اِلَّا اللّٰهُ يَسْتَكْبِرُوْنَ ۙ
innahum kānū iżā qīla lahum lā ilāha illallāhu yastakbirụn
35. Sungguh, dahulu apabila dikatakan kepada mereka, “La ilaha illallah” (Tidak ada tuhan selain Allah), mereka menyombongkan diri,

وَيَقُوْلُوْنَ اَىِٕنَّا لَتَارِكُوْٓا اٰلِهَتِنَا لِشَاعِرٍ مَّجْنُوْنٍ ۗ
wa yaqụlụna a innā latārikū ālihatinā lisyā'irim majnụndan
36. mereka berkata, “Apakah kami harus meninggalkan sesembahan kami karena seorang penyair gila?”

بَلْ جَاۤءَ بِالْحَقِّ وَصَدَّقَ الْمُرْسَلِيْنَ
bal jā`a bil-ḥaqqi wa ṣaddaqal-mursalīn
37. Padahal dia (Muhammad) datang dengan membawa kebenaran dan membenarkan rasul-rasul (sebelumnya).

اِنَّكُمْ لَذَاۤىِٕقُوا الْعَذَابِ الْاَلِيْمِ ۚ
innakum lażā`iqul-'ażābil-alīm
38. Sungguh, kamu pasti akan merasakan azab yang pedih.

وَمَا تُجْزَوْنَ اِلَّا مَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَۙ
wa mā tujzauna illā mā kuntum ta'malụn
39. Dan kamu tidak diberi balasan melainkan terhadap apa yang telah kamu kerjakan,

اِلَّا عِبَادَ اللّٰهِ الْمُخْلَصِيْنَ
illā 'ibādallāhil-mukhlaṣīn
40. tetapi hamba-hamba Allah yang dibersihkan (dari dosa),

اُولٰۤىِٕكَ لَهُمْ رِزْقٌ مَّعْلُوْمٌۙ
ulā`ika lahum rizqum ma'lụm
41. mereka itu memperoleh rezeki yang sudah ditentukan,

فَوَاكِهُ ۚوَهُمْ مُّكْرَمُوْنَۙ
fawākih, wa hum mukramụn
42. (yaitu) buah-buahan. Dan mereka orang yang dimuliakan,

Baca juga: Susunan Bacaan Tahlil Saat Malam Jumat Untuk Mendoakan Orang yang Telah Meninggal

Baca juga: Lirik Sholawat Allah Allah Aghisna - Nazwa Maulidia Lengkap, Amalan Sunnah untuk Malam Jumat

فِيْ جَنّٰتِ النَّعِيْمِۙ
fī jannātin na'īmdi
43. dalam surga-surga yang penuh kenikmatan,

عَلٰى سُرُرٍ مُّتَقٰبِلِيْنَ
'alā sururim mutaqābilīn
44. (mereka duduk) berhadap-hadapan di atas dipan-dipan.

يُطَافُ عَلَيْهِمْ بِكَأْسٍ مِّنْ مَّعِيْنٍۢ ۙ
yuṭāfu 'alaihim bika`sim mim ma'īn
45. Kepada mereka diedarkan gelas (yang berisi air) dari mata air (surga),

بَيْضَاۤءَ لَذَّةٍ لِّلشّٰرِبِيْنَۚ
baiḍā`a lażżatil lisy-syāribīn
46. (warnanya) putih bersih, sedap rasanya bagi orang-orang yang minum.

لَا فِيْهَا غَوْلٌ وَّلَا هُمْ عَنْهَا يُنْزَفُوْنَ
lā fīhā gauluw wa lā hum 'an-hā yunzafụn
47. Tidak ada di dalamnya (unsur) yang memabukkan dan mereka tidak mabuk karenanya.

وَعِنْدَهُمْ قٰصِرٰتُ الطَّرْفِ عِيْنٌ ۙ
wa 'indahum qāṣirātuṭ-ṭarfi 'īn
48. Dan di sisi mereka ada (bidadari-bidadari) yang bermata indah, dan membatasi pandangannya,

كَاَنَّهُنَّ بَيْضٌ مَّكْنُوْنٌ
ka`annahunna baiḍum maknụn
49. seakan-akan mereka adalah telur yang tersimpan dengan baik.

فَاَقْبَلَ بَعْضُهُمْ عَلٰى بَعْضٍ يَّتَسَاۤءَلُوْنَ
fa aqbala ba'ḍuhum 'alā ba'ḍiy yatasā`alụn
50. Lalu mereka berhadap-hadapan satu sama lain sambil bercakap-cakap.

Baca juga: 10 Pantun Humor Malam Jumat Bahasa Jawa Bisa Untuk Status WA dan Caption Instagram

Baca juga: Amalan Malam Jumat di Bulan Ramadan, Bacaan Surat Yasin Lengkap Tulisan Arab, Latin dan Artinya

قَالَ قَاۤىِٕلٌ مِّنْهُمْ اِنِّيْ كَانَ لِيْ قَرِيْنٌۙ
qāla qā`ilum min-hum innī kāna lī qarīn
51. Berkatalah salah seorang di antara mereka, “Sesungguhnya aku dahulu (di dunia) pernah mempunyai seorang teman,

يَّقُوْلُ اَىِٕنَّكَ لَمِنَ الْمُصَدِّقِيْنَ
yaqụlu a innaka laminal-muṣaddiqīn
52. yang berkata, “Apakah sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang membenarkan (hari berbangkit)?

ءَاِذَا مِتْنَا وَكُنَّا تُرَابًا وَّعِظَامًا ءَاِنَّا لَمَدِيْنُوْنَ
a iżā mitnā wa kunnā turābaw wa 'iẓāman a innā lamadīnụn
53. Apabila kita telah mati dan telah menjadi tanah dan tulang-belulang, apakah kita benar-benar (akan dibangkitkan) untuk diberi pembalasan?”

قَالَ هَلْ اَنْتُمْ مُّطَّلِعُوْنَ
qāla hal antum muṭṭali'ụn
54. Dia berkata, “Maukah kamu meninjau (temanku itu)?”

فَاطَّلَعَ فَرَاٰهُ فِيْ سَوَاۤءِ الْجَحِيْمِ
faṭṭala'a fa ra`āhu fī sawā`il-jaḥīm
55. Maka dia meninjaunya, lalu dia melihat (teman)nya itu di tengah-tengah neraka yang menyala-nyala.

قَالَ تَاللّٰهِ اِنْ كِدْتَّ لَتُرْدِيْنِ ۙ
qāla tallāhi ing kitta laturdīn
56. Dia berkata, “Demi Allah, engkau hampir saja mencelakakanku,

وَلَوْلَا نِعْمَةُ رَبِّيْ لَكُنْتُ مِنَ الْمُحْضَرِيْنَ
walau lā ni'matu rabbī lakuntu minal-muḥḍarīn
57. dan sekiranya bukan karena nikmat Tuhanku pastilah aku termasuk orang-orang yang diseret (ke neraka).”

اَفَمَا نَحْنُ بِمَيِّتِيْنَۙ
a fa mā naḥnu bimayyitīn
58. Maka apakah kita tidak akan mati?

اِلَّا مَوْتَتَنَا الْاُوْلٰى وَمَا نَحْنُ بِمُعَذَّبِيْنَ
illā mautatanal-ụlā wa mā naḥnu bimu'ażżabīn
59. Kecuali kematian kita yang pertama saja (di dunia), dan kita tidak akan diazab (di akhirat ini)?”

اِنَّ هٰذَا لَهُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيْمُ
inna hāżā lahuwal-fauzul-'aẓīm
60. Sungguh, ini benar-benar kemenangan yang agung.

لِمِثْلِ هٰذَا فَلْيَعْمَلِ الْعٰمِلُوْنَl
imiṡli hāżā falya'malil-'āmilụn
61. Untuk (kemenangan) serupa ini, hendaklah beramal orang-orang yang mampu beramal.

اَذٰلِكَ خَيْرٌ نُّزُلًا اَمْ شَجَرَةُ الزَّقُّوْمِ
a żālika khairun nuzulan am syajaratuz-zaqqụm
62. Apakah (makanan surga) itu hidangan yang lebih baik ataukah pohon zaqqum.

اِنَّا جَعَلْنٰهَا فِتْنَةً لِّلظّٰلِمِيْنَ
innā ja'alnāhā fitnatal liẓ-ẓālimīn
63. Sungguh, Kami menjadikannya (pohon zaqqum itu) sebagai azab bagi orang-orang zalim.

اِنَّهَا شَجَرَةٌ تَخْرُجُ فِيْٓ اَصْلِ الْجَحِيْمِۙ
innahā syajaratun takhruju fī aṣlil-jaḥīm
64. Sungguh, itu adalah pohon yang keluar dari dasar neraka Jahim,

طَلْعُهَا كَاَنَّهٗ رُءُوْسُ الشَّيٰطِيْنِṭ
al'uhā ka`annahụ ru`ụsusy-syayāṭīn
65. Mayangnya seperti kepala-kepala setan.

فَاِنَّهُمْ لَاٰكِلُوْنَ مِنْهَا فَمَالِـُٔوْنَ مِنْهَا الْبُطُوْنَۗ
fa innahum la`ākilụna min-hā famāli`ụna min-hal buṭụn
66. Maka sungguh, mereka benar-benar memakan sebagian darinya (buah pohon itu), dan mereka memenuhi perutnya dengan buahnya (zaqqum).

ثُمَّ اِنَّ لَهُمْ عَلَيْهَا لَشَوْبًا مِّنْ حَمِيْمٍۚ
ṡumma inna lahum 'alaihā lasyaubam min ḥamīm
67. Kemudian sungguh, setelah makan (buah zaqqum) mereka mendapat minuman yang dicampur dengan air yang sangat panas.

ثُمَّ اِنَّ مَرْجِعَهُمْ لَاِلَى الْجَحِيْمِ
ṡumma inna marji'ahum la`ilal-jaḥīm
68. Kemudian pasti tempat kembali mereka ke neraka Jahim.

اِنَّهُمْ اَلْفَوْا اٰبَاۤءَهُمْ ضَاۤلِّيْنَۙ
innahum alfau ābā`ahum ḍāllīn
69. Sesungguhnya mereka mendapati nenek moyang mereka dalam keadaan sesat,

فَهُمْ عَلٰٓى اٰثٰرِهِمْ يُهْرَعُوْنَ
fa hum 'alā āṡārihim yuhra'ụn
70. lalu mereka tergesa-gesa mengikuti jejak (nenek moyang) mereka.

وَلَقَدْ ضَلَّ قَبْلَهُمْ اَكْثَرُ الْاَوَّلِيْنَۙ
wa laqad ḍalla qablahum akṡarul-awwalīn
71. Dan sungguh, sebelum mereka (Suku Quraisy), telah sesat sebagian besar dari orang-orang yang dahulu,

وَلَقَدْ اَرْسَلْنَا فِيْهِمْ مُّنْذِرِيْنَ
wa laqad arsalnā fīhim munżirīn
72. dan sungguh, Kami telah mengutus (rasul) pemberi peringatan di kalangan mereka.

فَانْظُرْ كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُنْذَرِيْنَۙ
fanẓur kaifa kāna 'āqibatul-munżarīn
73. Maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang diberi peringatan itu,

اِلَّا عِبَادَ اللّٰهِ الْمُخْلَصِيْنَ
illā 'ibādallāhil-mukhlaṣīn
74. kecuali hamba-hamba Allah yang disucikan (dari dosa).

وَلَقَدْ نَادٰىنَا نُوْحٌ فَلَنِعْمَ الْمُجِيْبُوْنَۖ
wa laqad nādānā nụḥun fa lani'mal-mujībụn
75. Dan sungguh, Nuh telah berdoa kepada Kami, maka sungguh, Kamilah sebaik-baik yang memperkenankan doa.

وَنَجَّيْنٰهُ وَاَهْلَهٗ مِنَ الْكَرْبِ الْعَظِيْمِۖ
wa najjaināhu wa ahlahụ minal-karbil-'aẓīm
76. Kami telah menyelamatkan dia dan pengikutnya dari bencana yang besar.

وَجَعَلْنَا ذُرِّيَّتَهٗ هُمُ الْبٰقِيْنَ
wa ja'alnā żurriyyatahụ humul-bāqīn
77. Dan Kami jadikan anak cucunya orang-orang yang melanjutkan keturunan.

وَتَرَكْنَا عَلَيْهِ فِى الْاٰخِرِيْنَ ۖ
wa taraknā 'alaihi fil-ākhirīn
78. Dan Kami abadikan untuk Nuh (pujian) di kalangan orang-orang yang datang kemudian;

سَلٰمٌ عَلٰى نُوْحٍ فِى الْعٰلَمِيْنَ
salāmun 'alā nụḥin fil-'ālamīn”
79. Kesejahteraan (Kami limpahkan) atas Nuh di seluruh alam.”

اِنَّا كَذٰلِكَ نَجْزِى الْمُحْسِنِيْنَ
innā każālika najzil-muḥsinīn
80. Sungguh, demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.

اِنَّهٗ مِنْ عِبَادِنَا الْمُؤْمِنِيْنَ
innahụ min 'ibādinal-mu`minīn
81. Sungguh, dia termasuk di antara hamba-hamba Kami yang beriman.

ثُمَّ اَغْرَقْنَا الْاٰخَرِيْنَ
ṡumma agraqnal-ākharīn
82. Kemudian Kami tenggelamkan yang lain.

وَاِنَّ مِنْ شِيْعَتِهٖ لَاِبْرٰهِيْمَ ۘ
wa inna min syī'atihī la`ibrāhīm
83. Dan sungguh, Ibrahim termasuk golongannya (Nuh).

اِذْ جَاۤءَ رَبَّهٗ بِقَلْبٍ سَلِيْمٍۙ
iż jā`a rabbahụ biqalbin salīm
84. (Ingatlah) ketika dia datang kepada Tuhannya dengan hati yang suci,

اِذْ قَالَ لِاَبِيْهِ وَقَوْمِهٖ مَاذَا تَعْبُدُوْنَ ۚ
iż qāla li`abīhi wa qaumihī māżā ta'budụn
85. (ingatlah) ketika dia berkata kepada ayahnya dan kaumnya, “Apakah yang kamu sembah itu?

اَىِٕفْكًا اٰلِهَةً دُوْنَ اللّٰهِ تُرِيْدُوْنَۗ
a ifkan āliḥatan dụnallāhi turīdụn
86. Apakah kamu menghendaki kebohongan dengan sesembahan selain Allah itu?

فَمَا ظَنُّكُمْ بِرَبِّ الْعٰلَمِيْنَ
fa mā ẓannukum birabbil-'ālamīn
87. Maka bagaimana anggapanmu terhadap Tuhan seluruh alam?”

فَنَظَرَ نَظْرَةً فِى النُّجُوْمِۙ
fa naẓara naẓratan fin-nujụm
88. Lalu dia memandang sekilas ke bintang-bintang,

فَقَالَ اِنِّيْ سَقِيْمٌ
fa qāla innī saqīm
89. kemudian dia (Ibrahim) berkata, “Sesungguhnya aku sakit.”

فَتَوَلَّوْا عَنْهُ مُدْبِرِيْنَ
fa tawallau 'an-hu mudbirīn
90. Lalu mereka berpaling dari dia dan pergi meninggalkannya.

فَرَاغَ اِلٰٓى اٰلِهَتِهِمْ فَقَالَ اَلَا تَأْكُلُوْنَۚ
fa rāga ilā ālihatihim fa qāla alā ta`kulụn
91. Kemudian dia (Ibrahim) pergi dengan diam-diam kepada berhala-berhala mereka; lalu dia berkata, “Mengapa kamu tidak makan?

مَا لَكُمْ لَا تَنْطِقُوْنَ
mā lakum lā tanṭiqụn
92. Mengapa kamu tidak menjawab?”

فَرَاغَ عَلَيْهِمْ ضَرْبًا ۢبِالْيَمِيْنِ
fa rāga 'alaihim ḍarbam bil-yamīn
93. Lalu dihadapinya (berhala-berhala) itu sambil memukulnya dengan tangan kanannya.

فَاَقْبَلُوْٓا اِلَيْهِ يَزِفُّوْنَ
fa aqbalū ilaihi yaziffụn
94. Kemudian mereka (kaumnya) datang bergegas kepadanya.

قَالَ اَتَعْبُدُوْنَ مَا تَنْحِتُوْنَۙ
qāla a ta'budụna mā tan-ḥitụn
95. Dia (Ibrahim) berkata, “Apakah kamu menyembah patung-patung yang kamu pahat itu?

وَاللّٰهُ خَلَقَكُمْ وَمَا تَعْمَلُوْنَ
wallāhu khalaqakum wa mā ta'malụn
96. Padahal Allah-lah yang menciptakan kamu dan apa yang kamu perbuat itu.”

قَالُوا ابْنُوْا لَهٗ بُنْيَانًا فَاَلْقُوْهُ فِى الْجَحِيْمِ
qālubnụ lahụ bun-yānan fa alqụhu fil-jaḥīm
97. Mereka berkata, “Buatlah bangunan (perapian) untuknya (membakar Ibrahim); lalu lemparkan dia ke dalam api yang menyala-nyala itu.”

فَاَرَادُوْا بِهٖ كَيْدًا فَجَعَلْنٰهُمُ الْاَسْفَلِيْنَ
fa arādụ bihī kaidan fa ja'alnāhumul-asfalīn
98. Maka mereka bermaksud memperdayainya dengan (membakar)nya, (namun Allah menyelamatkannya), lalu Kami jadikan mereka orang-orang yang hina.

وَقَالَ اِنِّيْ ذَاهِبٌ اِلٰى رَبِّيْ سَيَهْدِيْنِ
wa qāla innī żāhibun ilā rabbī sayahdīn
99. Dan dia (Ibrahim) berkata, “Sesungguhnya aku harus pergi (menghadap) kepada Tuhanku, Dia akan memberi petunjuk kepadaku.

رَبِّ هَبْ لِيْ مِنَ الصّٰلِحِيْنَ
rabbi hab lī minaṣ-ṣāliḥīn
100. Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang yang saleh.”

Baca juga: Surat Yasin Lengkap Tulisan Arab, Latin dan Artinya Sebagai Amalan Malam Jumat Agar Mendapat Syafaat

Itulah Surat As-Saffat Lengkap Tulisan Arab, Latin dan Artinya, Sebagai Pembawa Syafaat di Hari Akhir.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved