Breaking News:

Sekda Ratu Dewa Warning Kepala Sekolah Hati-hati Gunakan Dana Bos

Seketaris Daerah Kota Palembang, Ratu Dewa mengingatkan sekaligus menghimbau kepada seluruh kepala sekolah SD dan SMP

TRIBUNSUMSEL.COM/SRI
Sekretaris Daerah, Ratu Dewa. 

TRIBUNSUMSEL.COM.PALEMBANG - Seketaris Daerah Kota Palembang, Ratu Dewa mengingatkan sekaligus menghimbau kepada seluruh kepala sekolah SD dan SMP se Kota Palembang untuk hati-hati menggunakan dana bantuan operasional sekolah (BOS).

"Kegiatan ini seperti semacam sadar hukum dalam meriview dana BOS. Ini merupakan warning, rambu-rambu dalam penggunaan dana bos diharapkan bisa tahu dulu ini loh rambu-rambunya," jelas dia, di acara pembukaan riview dana BOS tahap 1 di Aula Disdik Kota Palembang, Kamis (10/6/2021).

Ia mengatakan dalam penafsiran dana bos ini bermacam-macam maka dari itu dikumpulkan datang langsung oleh Kejaksaan Tinggi agar para kepala sekolah menaati semua regulasi yang ada.

"Kita harapkan kepala sekolah untuk menaati semua regulasi yang ada sehingga dalam penggunaan dana bos ini dapat dilakukan dengan baik," bebernya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Palembang, Ahmad Zulinto mengatakan review ini dilakukan setiap tahun dan kali ini mencoba melihat diminta oleh Kejaksaan, Pemkot dan Inspektorat.

"Jadi semua dalam laporan penggunaan dana BOS ini dilaporkan dan sekaligus ini ada penyuluhan hukum terhadap dana-dana yang digelontorkan dari pemerintah seperti dana BOS," jelasnya.

Karena itu, ia meminta agar kepala sekolah jangan sampau menyalahi pengunaan dana bos yang tidak tepat sasaran.

"Definisi penggunaan dana BOS sebagai operasional,  membantu masyarakat, meringankan beban sekolah bagi anak didik," ungkap dia.

Zulinto pun sependapat dengan pihak kejaksaan agar penggunaan dana BOS  jangan dibanyakkan seperti rehab dan lain sebagainya.

"Semuanya hanya lebih dikhusukan operasional anak-anak didik, sekolah. Mudah-mudahan dengan pencerahan memahami dan mengerti, jangan lagi membuat penggunaan semau apa yang dilakukan tanpa melihat azas kemanfaatannya," jelas dia.

Ia melakukan guna review ditahap 1 ini jika laporan benar, bagus terbukti dengan akuntabilitas maka akan bisa mencairkan dana selanjutnya.

"Jadi tak asal-asalan cair, jadi memang harus benar-benar laporannya atau administrasinya harus selesai dulu. Kalau tidak, tak ada kita cairkan," bebernya.

Ia mengatakan jika dalam laporan ditemukan dana BOS yang digunakan tak sesuai dengan peruntukkannya, maka sekolah wajib mengembalikan ini.

"Harus dikembalikan kalau tak dikembalikan akan diberikan sanksi hukum," jelas dia.
 

Penulis: Sri Hidayatun
Editor: Prawira Maulana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved