Misteri Makhluk Berbulu Hitam dan Berbau Busuk di Agam Terungkap, Tertangkap Kamera BKSDA 2 Kali
Ade Putra menerangkan, beruang madu terekam kamera sebanyak 2 kali, di kamera yang ada di Jorong Pasa Palembayan.
TRIBUNSUMSEL.COM - Beberapa waktu terakhir heboh kemunculan makhluk misterius berbau busuk di Agam, Sumatera Barat.
Misteri makhluk warna hitam berbau busuk itu akhirnya terkuak setelah tertangkap kamera tim BKSDA Agam.
Kepala Resor KSDA Agam, Ade Putra memastikan makhluk misterius yang menghebohkan warga akhir-akhir ini adalah beruang madu.
"Diketahui satwa jenis beruang madu terekam kamera yang sudah kita pasang sebelumnya," ujar Ade Putra kepada wartawan, Selasa (8/6/2021).
Ade Putra menerangkan, beruang madu terekam kamera sebanyak 2 kali, di kamera yang ada di Jorong Pasa Palembayan.
"Beruang madu tersebut melintas sebanyak 2 kali, pertama pada hari Minggu (6/6/2021) pada pukul 19.00 WIB malam," imbuh Ade.
Selanjutnya, kata dia, terekam lagi pada pukul 01.39 WIB dini hari pada Senin (7/6/2021) kemarin.
Ade memperkirakan, beruang madu tersebut sudah berusia 15 tahun, dan dikategorikan sudah dewasa.
Lanjut Ade, BKSDA Sumbar akan menangkap binatang buas tersebut.
"Kita akan pasang perangkap di Jorong Pasa Palembayan," ujar Ade Putra.
Kata dia, perangkap besi yang akan diletakkan di lokasi tersebut berukuran 2x1 meter.
Baca juga: Bu Kepsek Tewas Ditikam Orang Tua Siswa, Diduga Anaknya Tak Diizinkan Ikut Ujian, Ini Kronologinya
Baca juga: Cinta Terlarang Kakak Adik Berbuntut Panjang, Berhubungan Sedarah hingga Buang Bayi yang Dilahirkan
Baca juga: Cicipi BTS Meal, Chef Juna Buat Army Ngenes karena Kondisi Kemasannya : Sedih Hati Aku

"Perangkap besi itu khusus untuk beruang madu. Kita kasih buah-buahan sebagai umpannya," kata dia.
Tambah Ade, dalam SOP kerjanya, perangkap akan dipasang selama 7 hari, dan dapat diperpanjang nantinya, tergantung situasi di lapangan.
"Jika belum terperangkap, kita akan lihat kembali situasinya, bisa jadi perangkapnya dipindahkan, juga kita lihat lagi pola gerak satwa tersebut," imbuh dia.
Tindakan selanjutnya, jika beruang madu itu sudah terperangkap, pihak KSDA Agam akan melakukan tindakan observasi.
"Tujuannya untuk melihat apakah ada luka atau cacat permanen, atau sakit," ungkap dia.
Lebih lanjut dikatakannya, observasi nantinya untuk melihat perilaku satwa tersebut.
Baca juga: Truk Terbang Tabrak Pagar SD, Mobil Sedan Hancur, Kecelakaan Maut di Wonogiri, Satu Orang Tewas
Baca juga: Pengemudi Ojol Ngaku jadi Korban Hipnotis, Awalnya Diminta Keluarkan Uang Rp500, Tak Boleh Diduduki
"Kemudian kita teliti kenapa satwa tersebut sering melintas di sana, serta apakah ada faktor perkelahian dengan individu lain," jelas Ade.
Terakhir, kata dia, jika satwa tersebut tidak ada luka, sakit dan semacamnya, yang artinya dalam keadaan normal, maka beruang madu tersebut akan dilepasliarkan kembali ke hutan suaka marga satwa.
Masyarakat Heboh
Sebelumnya warga yang pernah bertemu bernama Syofian (55) yang tinggal di Gantiang, Jorong Pasa Palambayan, Nagari IV Koto Pelembayan, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumbar.
Ia mengakui dua kali bertemu dengan makhluk misterius saat melihat ternak sapi di belakang rumahnya pada malam hari.
Makhluk itu bertemu dalam jarak lima meter dan langsung menghilang sekitar 30 meter dari lokasi pertama ditemukan.
Selain itu, kata dia, warga lainnya juga mengaku melihat dari jejak makhluk tersebut di pematang sawah pada Selasa (25/5/2021).
Warga juga menyebutkan makhluk itu berjalan seperti manusia, berbulu lebat dan berbau busuk.
(Berita lainnya Wahyu Bahar)