Breaking News:

Berita Palembang

Melihat dari Dekat 11 Pesawat Tempur di Lanud SMH Palembang, Persiapan Latihan Jalak Sakti

Sejak tanggal 9 Juni, untuk crew pesawat sudah mulai datang. Lalu untuk tanggal 10 Juni ini, semua pesawat terlibat latihan Jalak Sakti sudah datang.

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Setiap tahunnya diadakan latihan Jalak Sakti, tahun ini diadakan di Lanud Sri Mulyano Herlambang (SMH) Palembang, sebagai pangkalan.

Jalak Sakti ini untuk Komando Operasi Angkatan Udara I (Koops AU I) diadakan mulai 10 - 15 Juni 2021, puncaknya pada 14-15 Juni 2021.

Sejak tanggal 9 Juni, untuk crew pesawat sudah mulai datang. Lalu untuk tanggal 10 Juni ini, semua pesawat yang terlibat latihan Jalak Sakti sudah datang.

Total ada 11 pesawat tempur, terdiri dari delapan peswat F16 dan tiga Peswat Hawk 100/200. Namun yang standby di Lanud ada sembilan pesawat, yaitu enam pesawat F16 dan tiga pesawat Hawk 100/200. Untuk dua peswat F16 kembali ke pangkalan Pekanbaru.

Komandan Skadron Udara 12 Letkol Pnb Putut Hanggiro mengatakan, tahun kemarin tidak diadakan Jalak Sakti karena adanya pandemi Covid19. Jalak Sakti tahun ini pertama dilakasanakan dalam kondisi Covid-19.

"Untuk itu kami tetap menerapkan protokol kesehatan seperti memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan dengan sabun," kata Letkol Pnb Putut usai mendarat mulus di Lanud SMH Palembang, Kamis (10/6/2021).

Baca juga: Stasiun Martapura OKU Timur Tetap Berangkatkan KA, Ini Syarat yang Harus Dilengkapi Penumpang

Lebih lanjut ia mengatakan, bahwa sebelum mendarat sempat bermanuver. Namun karena siang, matahari tertutup awan, tapi masih easy lah.

"Kami dari Skadron 12, homebasenya di Pekanbaru. Kami membawa pesawat Hawk 100/200, tujuan Lanud SMH Palembang untuk melakukan manuver lapangan, latihan Jalak Sakti 2021," katanya.

Menurut Letkol Pnb Putut, puncal latihan akam dilaksanakan pada 14 Juni. Untuk hari ini persiapaan latihan, dan besok galdi bersih.

"Misi kita tetap laksanakan latihan pengeboman di Pangkalan TNI AU H. AS Hanandjoeddin (ASH) Tanjung Pandan," jelasnya.

Sementara itu jika tahun-tahun sebelumnya saat belum ada pandemi Covid19, masyarakat bisa menyaksikan secara langsung. Namun dikarenakan kondisi pandemi, masyarakat tidak boleh menyaksikan secara langsung.

Ikuti Kami di Google Klik

Penulis: Linda Trisnawati
Editor: Vanda Rosetiati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved