Breaking News:

Berita OKI

Kerja Kolektif di Kabupaten Ogan Komering Ilir, Kelola Lahan Gambut Berkelanjutan

Pengelolaan lahan gambut berkelanjutan menjadi fokus konservasi lingkungan di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan.

Penulis: Winando Davinchi | Editor: Yohanes Tri Nugroho
TRIBUNSUMSEL.COM/WINANDO
Bupati Ogan Komering Ilir, H. Iskandar SE menunjukkan hasil olahan kerajinan purun yang dihasilkan masyarakat Ogan Komering Ilir. 

TRIBUNSUMSEL.COM, KAYUAGUNG --Pengelolaan lahan gambut berkelanjutan menjadi fokus konservasi lingkungan di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan.

Tahun ini Pemkab OKI jajaki Kerjasama dengan Lembaga Kemitraan Partnership, Badan Restorasi Gambut (BRG) dan Eco Fashion Indonesia untuk mengelola lahan gambut di OKI menjadi lahan kehidupan. 

Untuk mendapat dukungan dari negara multi donor, Pemkab OKI menggandeng Kemitraan partnership selaku lembaga perwalian dari negara donor seperti Norwegia, Denmark, Selandia Baru serta Kanada dibawah koordinasi United Nations Development Programme (UNDP) serta United Nations Office for Project Services (UNOPS). 

“Kami adalah badan hukum independen, yang terdaftar sebagai asosiasi hukum sipil non-profit sebagai mitra UNDP di Indonesia”, ujar Amir Faisal perwakilan Kemitraan pada rakor rencana Kerjasama Pemkab OKI dengan Pemkab OKI dalam pengelolaan gambut berkelanjutan, Kamis (10/6/2021) siang.

Sebelumnya ujar Amir, kemitraan telah bekerjasama dengan Badan Restorasi Gambut melaksanakan program Desa Peduli Gambut di 3 Kabupaten penanganan Karhutlah Pulau Pisang, Pelalawan dan Ogan Komering Ilir. 

“Program DPG merupakan upaya perlindungan dan pengelolaan ekosistem gambut dengan melibatkan partisipasi masyarakat yang lebih besar melalui penguatan kelembagaan, kebijakan dan ekonomi. Tujuan utama pendekatan ini untuk pencegahan karhutla” terangnya. 

Selama tiga tahun pelaksanaan program DPG, kemitraan melibatkan Pemerintah Kabupaten, kelompok masyarakat, pihak swasta, TNI dan kepolisian. 

Khusus tahun 2021, Pemkab OKI mengembangkan program Pencegahan dan Penanganan Karhutla melalui “Strengthening Indonesian Capacity for Anticipatory Peat Fire Management (SIAP-IFM).

“Program ini merupakan kelanjutan dari kerja lembaga Kishugu yang didukung oleh UNEP (United Nations Environment Programme) dan beberapa kementerian dan badan, serta melibatkan peran aktif  para pihak di tiga lokasi tersebut sebagai model penanganan karhutla dengan pendekatan klister” terang dia. 

Upaya menata kembali strategi pencegahan dan penanganan karhutla mendapat dukungan Pemkab OKI.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved