Breaking News:

Berita Banyuasin

Inilah Wilayah di Banyuasin yang Rawan Karhutla Berdasarkan Data BPBD Sumsel

Wilayah Banyuasin, masuk dalam daftar kabupaten yang memiliki wilayah yang mudah terjadi karhutla.

ISTIMEWA
Latihan Kesiapsiagaan Operasional Penanggulangan Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Kodam II Sriwijaya dan Koopsau I di Desa Palem Raya Indralaya Kabupaten Ogan Ilir (OI), Kamis (15/4/2021). 

TRIBUNSUMSEL.COM, BANYUASIN - Wilayah Banyuasin, masuk dalam daftar kabupaten yang memiliki wilayah yang mudah terjadi karhutla.

Setidaknya, ada tiga kecamatan atau 10 desa yang masuk wilayah mudah terjadi karhutla. 

Hal ini, diungkapkan Kepala Penanggulangan Bencana BPBD Sumsel Ansori ketika dikonfirmasi, Kamis (10/6/2021).

Baca juga: Hasil Autopsi Mayat Mr X di Kolam Galian Bata Talang Kelapa Banyuasin, Tenggelam Dimakan Biawak

Menurutnya, wilayah yang sangat sering terjadi karhutla di wilayah Banyuasin yakni Tanah Pilih yang berbatasan dengan TN Sembilang dan juga wilayah Pulau Rimau. 

"Kalau di Tanah Pilih perbatasan TN Sembilang itu, kontur tanahnya gambut. Jadi, kalau sudah terbakar lebih susah untuk memadamkan. Karena lokasi yang sulit di jangkau dan juga kedalaman gambutnya," jelasnya. 

Sedangkan untuk wilayah Mariana lebih cenderung aman, karena bukan gambut.

Akan tetapi wilayah ini juga sering kali terjadi sehingga perlu diwaspadai. 

Terlebih saat ini, lanjut Ansori wilayah Sumsel sudah mulai kering.

Wilayah-wilayah di Sumsel yang rawan akan karhutla juga diminta untuk bergerak cepat guna mengantisipasi. 

Baca juga: Terpanggil Buat Bank Sampah, Fauzi Dapat Penghargaan Kalpataru Dari Bupati Banyuasin Askolani

Karena, untuk hari ini saja sudah dikerahkan helikopter untuk melakukam pemadaman di wilayah Ogan Ilir yang muncul dua titik hotspot.

Namun, untuk wilayah Banyusin, Muba, OKI dan sejumlah wilayah yang mudah terjadi karhutla belum muncul titik hotspot. 

"Hari ini, sudah mulai dilakukan modifikasi cuaca dengan melakukan penyemaian awan menggunakan garam seberat 800 kg. Pesawat yang digunakan pesawat Cassa yang mampu mengangkut maksimal 1 ton garam. Nantinya, penyemaian akan dilakukan 2 kali dalam sehari," pungkasnya.
 

Penulis: M. Ardiansyah
Editor: Yohanes Tri Nugroho
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved