Breaking News:

Pemukulan Perawat Siloam

Breaking News: Sidang Perdana Pemukulan Perawat RS Siloam, Jason Terancam 2 Tahun Penjara

 Kasus menghebohkan penganiayaan terhadap seorang perawat rumah sakit Siloam Sriwijaya yang dilakukan oleh pasiennya kini memasuki tahap persidangan. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Kasus menghebohkan penganiayaan terhadap seorang perawat rumah sakit Siloam Sriwijaya yang dilakukan oleh pasiennya kini memasuki tahap persidangan. 

Terdakwa Jason Tjakrawinata (38) menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Palembang dengan  Eddy Cahyono SH MH sebagai ketua Majelis hakim, Kamis (10/6/2021). 

Dalam dakwaannya, JPU Kejari Palembang Ursulla Dewi SH MH menyatakan bahwa terdakwa didakwa melanggar pasal 351 ayat 1 KUHP tentang penganiayaan. 

"Bahwa terdakwa memenuhi unsur-unsur tindak pidana penganiayaan," ujar JPU dalam sidang virtual tersebut. 

Dilansir dari situs resmi Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) Pengadilan Negeri Palembang, dijelaskan bahwa terdakwa Jason Tjakrawinata pada hari Kamis tanggal 15 April 2021 sekira pukul 13.40 WIB bertempat disalah satu rumah sakit swasta di Jalan POM IX, telah melakukan pemukulan penganiayaan secara sengaja pada salah seorang perawat berinisial CR.

Kejadian itu berawal pada saat terdakwa sedang berada di Kota Kayu Agung, kemudian ditelpon oleh istrinya yakni saksi RM alias Melisa. 

Telepon itu memberitahu bahwa anak terdakwa yang sedang menjalani perawatan di rumah sakit, mengalami luka di tangan setelah infusnya dicabut. 

Mendapati hal tersebut, terdakwa yang sudah tiba di rumah sakit merasa tidak terima melihat tangan anaknya mengeluarkan darah. 

Terdakwa lalu marah hingga melakukan pemukulan pada suster CR.

Perbuatannya tersebut terekam kamera dan tersebar luas melalui jejaraing sosial.

Sehingga perbuatan yang dilakukan terdakwa viral di jejaring sosial dan banyak mendapat kecaman dari netizen.

Namun tidak sedikit pula netizen yang mempertanyakan kejadian Sebenarnya dan menganggap perbuatan pelaku pemukulan pasti ada sebab awalnya, sehingga memancing pelaku untuk melakukan pemukulan seperti yang tampil di media sosial tersebut.

Atas perbuatannya terdakwa kini diancam pidana dalam Pasal 351 ayat (1) KUHP dengan hukuman maksimal 2 tahun 8 bulan penjara.

 
 

Penulis: Shinta Dwi Anggraini
Editor: Prawira Maulana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved