Breaking News:

Ketum PA GMNI Jadi Rebutan Sejumlah Nama Besar, Pengamat Ungkap Ini

Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasionalis Indonesia (PA GMNI) dalam waktu dekat akan menggelar kongres, banyak tokoh disebut bakal maju.

Penulis: Arief Basuki Rohekan | Editor: Yohanes Tri Nugroho
TRIBUNSUMSEL.COM/ARIEF BASUKI ROHEKAN
Pengamat politik yang juga ketua IKA FISIP Unsri Bagindo Togar 

"Begitu juga Alumni GMNI tersebar di Parpol lain, seperti di Golkar, Gerindra, PKB, Nasdem, PAN dan sebagainya. Berupaya berkontribusi nilai nilai Kebangsaan dimanapun mereka melakoni predikat plus wewenangnya.

Artinya sikap politIk PA GMNI dalam Pemilu Pillres tahun 2024, masih terkesan konservatif, yakni akan mendukung  Paslon Presiden serta Parpol yang sanggup all out, mempertahankan plus mengembangkan nilai nilai maupun kepentingan Nasionalisme Indonesia, paling tidak untuk periode pemerintahan 2024 - 2029," ucapnya.

Ditambahkan Bagindo, secara struktural institusional tidak ada hubungan antara PDIP dengan PA GMNI, begitu pula dengan parpol lainnya. Tetapi secara personal maupun ideologis, adalah wajar serta bisa dikorelasikan. 

"Perihal dinamika politik PDIP dalam terkait bursa capres atau cawapres, Kader PA GMNI yang berada di PDIP paling cuma mampu bersikap  politik pasca penetapan, karena domain Calon kepemimpinan Nasional sepenuhnya otoritas Ketua Umum, Megawati Soekarnoputri. 

Dimana tak harus Puan Maharani yang nota bene putri biologisnya , Ganjar Pranowo ataupun Kader lainnya. Semua masih butuh kajian yang lebih intensif juga komplex, disandingkan dengan issu , kasus maupun peristiwa politik secara nasional.

Sedangakan bagi para Alumni GMNi agar lebih peka, cermat juga taktis dalam merespon sikap politik nasional yang diputuskan oleh PDIP. Sehingga kelak bisa  memposisikan dengan tepat peran strategis politiknya dalam Pemilu 2024," pungkasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved