Breaking News:

Ketum PA GMNI Jadi Rebutan Sejumlah Nama Besar, Pengamat Ungkap Ini

Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasionalis Indonesia (PA GMNI) dalam waktu dekat akan menggelar kongres, banyak tokoh disebut bakal maju.

TRIBUNSUMSEL.COM/ARIEF BASUKI ROHEKAN
Pengamat politik yang juga ketua IKA FISIP Unsri Bagindo Togar 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG,--Sebagai Organisasi Masyarakat yang berasal dari Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) yang berdiri sejak 1954 bersama beberapa Organisasi Mahasiswa lainnya sperti HMI, PMII, PMKRI, GMKI plus IMM yang tergabung dalam Kelompok Cipayung. 

Setelah itu banyak dan beragam lagi berdiri Organisasi Kemahasiswaan hingga saat ini, sperti GeMaBudHI, PMHDI, KAMMI dan sebagainya.

Kini PA GMNI akan menggelar kongres dalam waktu dekat, dan sejumlah nama besar di tanah air seperti Ketua DPR RI Puan Maharani, Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranomo hingga mantan Ketua KPK Antasari Azhar disebut- sebut akan menduduki jabatan tersebut.

Pengamat politik Sumsel Bagindo Togar mengungkapkan, jika Ormas itu sangat spesifik stakeholdernya yakni Mahasiswa Indonesia.

Dimana hampir disetiap era pergerakan sosial dalam sejarah Negri ini, secara signifikan mampu memberi pengaruh terhadapan perubahan politik nasional, bahkan tokoh tokohnya cukup banyak berkiprah pasca suatu era pergerakan itu berakhir. 

Lantas, bagaimana peran strategis Organ Mahasiswa berikut forum Alumninya dengan situasi terkini, menjelang Pemilu Serentak thn 2024? 

"Dalam konteks ini adalah PA GMNI. Sepertinya orientasi juga obsesi politiknya tak banyak mengalami perubahan sejak pasca reformasi. Sejatinya GMNI dan PA GMNI, pasca Orde Lama hingga kini, bersifat Indenpenden alias tak berafiliasi kepada satu Parpol atau kekuatan Politik manapun," kata Bagindo, Senin (7/6/2021).

Tetapi diungkapkan Direktur Eksekutif Forum Demokrasi Sriwijaya (Fordes) itu, bila organisasi politik tersebut teruji komitmen politik nasionalismenya, maka seluruh jajaran kader diwilayah Indonesia ini. 

"Disisi lain PDIP diasumsikan sebagai Parpol Ideologis Nasionalisme terdepan, sebagai Parpol hasil metamorphosis PNI, PDI dan PDIP sekarang ini. Sehingga tak sedikit kader atau anggota ( purna) GMNI  yang. menjadi simpatisan maupun aktivis parpol tersebut, juga dijadikan ajang serta kendaraan dalam mengembangkan karir politik," ujarnya.

Ia pun menerangkan, jika selama ini Puan Maharani tidak pernah menjadi anggota GMNI dimasa perkuliahannya. Sedangkan Ganjar Pranowo dan Bambang Pacul adalah GMNI yang juga jadi jajaran elite PDIP,  ada juga Hasto Krisdiyanto, Bambang DH, DJarot SH, Antasari Azhar. Termasuk Alm H Taufik Kiemas bahkan sang Ketua Umum Megawati juga merupakan Alumni GMNI. 

Halaman
12
Penulis: Arief Basuki Rohekan
Editor: Yohanes Tri Nugroho
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved