Breaking News:

Wawancara Eksklusif Tribun Sumsel

Ridwan Kamil Blak blakan Potensi Capres (2-habis), Jawaban dari Semua Masalah Itu Pancasila

Head of Newsroom Sripo dan Tribun Sumsel Hj. L. Weny Ramdiastuti berkesempatan untuk wawancarai Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil disela Kunjungan.

Penulis: Linda Trisnawati | Editor: Yohanes Tri Nugroho
TRIBUNSUMSEL.COM/LINDA
Head of Newsroom Sripo dan Tribun Sumsel Hj. L. Weny Ramdiastuti berkesempatan untuk wawancarai secara khusus dengan Kang Emil di Wyndam OPI Mall Jakabaring. 

Nah dua itu tadi nggak ada disistem pendidikan kita, yang akibatnya karakter bangsa ini kalau datang di dunia maya itu, jadi dunia tipu-tipu. Wajah saja diedit bukan dirawat.

Jadi saya ingin memperbaiki karakter bangsa, pertama kerama tamahannya harus tetap ada, maka kalau di Jabar itu ada empat karakter, pertama badan dan akal sehat, nggak ada stanting, psikologi question (PQ). Lalu IQ, otaknya cerdas. Tapi fisiknya kuat dan otak cerdas saja nggak cukup, maka masuklah EQ.

Badan sehat, otak cerdas dan hati baik juga belum cukup kalau dia nggak rajin ibadah. Kayak selamatnya hanya dunia aja, nggak di akhirat. Maka spiritual quotient (SQ) harus ada. Itulah cetak biru manusa unggul di Jabar. Fisiknya sehat, otak cerdas, berakhlakul karima dan ahli ibadah.

* Anda yakin Indonesia bisa jadi negara maju?

Ia asal tiga tadi bisa diterapkan dan dijaga. Saya ingin jadi orang tua dari anak-anak saya, demokrasi damai, ekonomi minimal 5 persen terjaga, dilatih supaya jago 4.0.

* Saat Indonesia 100 tahun Anda usianya berapa?

Usianya 71 tahun. Kalau pakai teori Joe Biden 70 an tahun itu masih muda.

* Bagaimana Anda bisa berkomitmen tentang antikorupsi?

Antikorupsi itu datang dari integritas diri. Harus dicontoh the best leadership, kepemimpinan terbaik adalah dengan keteladanan. Maka komitmen antikorupsi itu harus dimulai dari lisan saya, dari keputusan dan gesture saya. Itu sudah saya tunjukkan.

Di era kepimpinan saya, saya punya keyakinan satu-satu masalah korupsi di Jabar saya selesaikan dengan teknologi. Saya punya aplikasi namanya tunjangan kinerja, itu komputer bisa menscan yang korupsi waktu. Orang yang malas, saya bangun juga saber pungli, sistem digital perencanaan pembangunan dan 100 persen nggak ada cash, semua by transfer.

Nilai kita dari KPK sudah 90 an untuk pencegahannya. Tapi sehebat-hebatnya sistem jika batin integritasnya masih tidak lengkap tetap ada jebol juga. Namun itu minoritas, kalau mayoritas baru sistem itu gagal. Kalau satu dua ya karena nggak ada sistem yang sempurna.

* Contoh kecil yang Anda lakukan terkait antikorupsi ini apa?

Saya nggak pernah turun ngurusin proyek. Wah disangkanya saya awal-awal tahun banyak nelpon saja. Padahal saya nggak ngurusin proyek. Saya fokusnya ke visi misi saya.

Kedua saya menolak tamu-tamu yang berhubungan dengan proyek, itu contoh kecil. Ketiga jangan terima gratifikasi dan jangan memberi suap juga dalam keseharian. Itu yang kita lakukan agar dimulai diri sendiri, kepemimpinan yang terbaik keteladanan dan dicontoh.

Karena masyarakat itu dicontoh bagaimana pemimpinnya, kalau gayanya A ya masyarakatnya A, kalau B ya B.

* Salam untuk warga Sumsel apa?

Salam dari tanah Jawa Barat, untuk wong Kito Galo. Karena kalau kita kuat kita ini sangat luar biasa, dari tanah Jabar untuk Sumsel.

Mudah-mudahan ada rencana saya bayar hutang berkarya di Palembang. Atas permintaan Gubernur Sumsel, dalam satu dua tahun akan terlihat informasinya akan ada sesuatu yang indah di Palembang karya saya untuk masyarakat Palembang wong kito galo.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved