Breaking News:

Berita PALI

Portal Jalan Komperta Pendopo PALI Dikeluhkan Warga Kelurahan Talang Ubi Utara

Pemortalan di sejumlah jalan masuk Komplek Pertamina (Komperta) Kabupaten PALI dikeluhkan warga sekitar yang terganggu saat beraktivitas.

SRIPOKU/Reigan
Akses menuju Komperta Pendopo PALI dipasang Portal dan hanya dibuka pada jam jam tertentu. Pemortalan itu dikeluhkan warga sekitar. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALI -- Sejumlah warga Rejosari Kelurahan Talang Ubi Utara Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) memprotes pihak Pertamina Pendopo.

Pasalnya, pihak Pertamina memasang Portal akses masuk Komplek Pertamina (Komperta) bagi masyarakat umum.

Akses warga sekitar untuk menuju Bukit Tudung maupun wilayah sekitar Kelurahan Talang Ubi Barat melalui Komplek Pertamina Pendopo dipasang Portal.

Ditutupnya akses tersebut membuat warga yang biasa melalui jalan itu harus menempuh jalur lain yang tentunya menambah jarak dan waktu.

Baca juga: Tertunda ke Tanah Suci, Mata Sukirno Jemaah Haji Asal PALI Berkaca-kaca

Seperti dikeluhkan Eko, salah seorang warga Talang Ubi Utara yang sehari-hari melalui jalan itu untuk menuju pasar Inpres Pendopo.

"Saya biasa mengambil barang dagangan dari pasar melalui Komplek Pertamina karena melalui jalur ini lebih dekat dan lebih cepat. Tapi dengan diportalnya jalan ini kami harus cari jalan lain yang lebih jauh sehingga memakan waktu tempuh lebih lama," ungkap Eko, Minggu (6/6/2021).

Senada, diutarakan Ayu, warga Rejosari yang meminta pihak Pertamina kembali membuka bebas akses yang dipasang portal. 

"Kalau hari kerja, jam 07.00 WIB dibuka tapi jam 09.00 WIB ditutup. Kalau pun dibatasi, warga minta pagi jam 07.00 buka dan tutupnya sore setelah magrib." jelasnya.

"Hal ini lantaran, kasihan dengan warga yang akan beraktivitas terganggu terutama petani yang ingin menuju sawahnya," tambahnya.

Baca juga: Berani Curi Sepatu hingga Drum Air di Asrama Polisi, Pria di PALI Dibekuk

Diakui Ayu bahwa warga sempat melapor dan meminta ke pihak pertamina agar jalan itu dibuka bebas, namun tak pernah digubris atau diindahkan.

"Pihak Pertamina Pendopo seolah tidak peduli dengan keluhan masyarakat sekitar. Padahal perusahaan itu milik negara dan artinya harus bisa dinikmati keberadaannya oleh masyarakat luas," katanya.

Sementara, Andi, Njo / Officer Comrel & CID PT Pertamina EP Asset 2 Zona 4, mengatakan bahwa penutupan akses di beberapa titik di lingkungan perusahaan dilakukan dalam rangka pengamanan asset dan mengantisipasi potensi kejadian kriminalitas di lingkungan perusahaan. 

"Hal ini sejalan dengan TKO Sistem Management pengamanan yang berlaku di perusahaan. Portalnya kita lakukan buka tutup, namun pada jam tertentu," katanya (REIGAN/SP)

Editor: Yohanes Tri Nugroho
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved