Breaking News:

Penanganan Corona

China Izinkan Vaksin Sinovac untuk Anak Usia 3-17 Tahun, Epidemiolog Sumsel Sebut Itu Kabar Baik

Ahli Ahli Epidemiologi Sumsel, dr Iche Andriyani Liberty mengatakan adanya kabar tersebut tentu menjadi kabar baik

Penulis: Sri Hidayatun
Editor: Wawan Perdana
TRIBUN SUMSEL/MELISA WULANDARI
Ahli Epidemiologi Sumsel, dr Iche Andriyani Liberty 

TRIBUNSUMSEL.COM.PALEMBANG-Otoritas China memberikan izin penggunaan darurat vaksin Covid-19 Sinovac terhadap anak usia 3 sampai 17 tahun.

Pengumuman ini terjadi beberapa hari setelah vaksin itu juga mendapat izin darurat dari Badan Kesehatan Dunia (WHO).

Sinovac bergabung bersama Pfizer-BioNtech, Moderna, Astra-Zeneca, maupun Johnson&Johnson sebagai vaksin yang disetujui WHO.

Menanggapi hal tersebut, Ahli Epidemiologi Sumsel, dr Iche Andriyani Liberty mengatakan adanya kabar tersebut tentu menjadi kabar baik.

"Tentu ini kabar baik tapi kita tetap harus menunggu EUA dari BPOM kita," ujarnya, Minggu (6/6/2021).

Ia mengatakan usia anak-anak dan remaja juga termasuk usia rentan terkena covid-19.

"Ya, mereka (anak-anak dan remaja, red) rentan karena masih sulit rasanya untuk menerapkan protokol kesehatan dengan disiplin," jelas dia.

Baca juga: Lonjakan Penumpang Bus di Ogan Komering Ilir Mulai Terjadi Pasca Larangan Mudik

Apalagi aktivitas mereka juga masih maunya bermain dan berinteraksi dengan teman sebaya dengan jarak yang dekat.

Ia mengatakan berdasarkan data, kelompok umur terkonfirmasi positif covid-19 di Sumsel untuk usia 5 hingga 14 tahun termasuk kategori banyak yakni mencapai 1339 terkonfirmasi, sedangkan usia 15 sampai 19 tahun sebanyak 1075 kasus.

"Usia anak-anak seperti ini, mereka rentan karena masih sulit rasanya untuk menerapkan protokol kesehatan dengan disiplin," jelasnya.

Tak dipungkiri, mereka banyak masih mengabaikan protokol kesehatan ini.

"Apalagi usia anak-anak dan remaja ini usia dimana mereka masih sekolah. Dan pemerintah berencana untuk menggelar tatap muka di bulan Juli mendatang," ungkap dia.

Tentunya, pertimbangan inilah yang juga harus dilakukan pemerintah jika mau menggelar tatap muka.

"Namun saat ini kita harus tetap mengejar target vaksinasi lansia karena mereka kelompok rentan yang harus kita lindungi," tegasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved