Breaking News:

Pendaki Sumsel Terjebak di Rinjani

BREAKING NEWS: Pendaki Asal Sumsel Terjebak di Gunung Rinjani, Pasca Gempa 4,2 Guncang Lombok

Informasi pendaki asal Sumsel yang terjebak ini didapatkan dari rekan pendaki yang berada di Palembang dan diteruskan ke relawan bencana di Lombok.

ISTIMEWA DARI KOMPAS.COM
Salah satu titik pendakian di Gunung Rinjani, jalur Sembalun, Lombok Timur. Plang petunjuk dipasang di sejumlah titik paska gempa Lombok tahun 2018 lalu, banyak titik longsor di pendakian Rinjani paska gempa ketika itu. 

TRIBUNSUMSEL.COM, LOMBOK - Sejumlah pendaki asal Palembang Sumatera Selatan dikabarkan terjebak longsor di kawasan pendakian Gunung Rinjani, Lombok, Nusa Tenggara Barat, Sabtu (5/6/2021)

Informasi mengenai adanya sejumlah pendaki asal Sumsel yang terjebak ini didapatkan dari rekan pendaki yang berada di Palembang dan diteruskan ke relawan bencana di Lombok.

Longsor terjadi kawasan pendakian Gunung Rinjani terjadi gempa berkekuatan 4,2 SR mengguncang Lombok, Nusa Tenggar Barat, Jumat (4/6/2021). Pusat gempa berada di Lombok Utara, NTB.

Dikutip dari Kompas.com, saat ini para pendaki tengah berada di jalur pendakian Pelawangan Sembalun. Relawan tanggap bencana di Lombok, Akmal menjelaskan dirinya mendapatkan informasi mengenai pendaki asal Palembang terjebak pada Jumat (4/6/2021) malam.

Pendaki tersebut mengabarkan melalui telepon jika dirinya terjebak di jembatan kedua yang menuju arah Danau Segara Anak. Mereka menginfomasikan, ada dua rombongan pendaki dalam tim yang berbeda.

"Saya baru mendapat telepon, ada dua rombongan pendaki di Rinjani terjebak longsor pascagempa tadi. Mereka terjebak sebelum turun ke danau, setelah jembatan kedua dari jalur Pelawangan Sembalun menuju danau," kata Akmal.

Akmal pun langsung berupaya menghubungi kembali mereka. Dia meminta para pendaki tidak melanjutkan perjalanan karena telah larut malam. Dikhawatirkan, tenaga para pendaki yang terjebak itu akan terkuras karena cuaca tak bersahabat.
"Sebaiknya jeda dulu, cari lokasi yang lapang, jauh dari tebing, karena kita tidak bisa memprediksi gempa, bangun tenda di lokasi lapang itu, tunggu sampai besok pagi, pasti ada pertolongan," pesan Akmal.

Selain mengingatkan untuk menjaga komunikasi, Akmal juga memberi petunjuk bagaimana pendaki harus bertahan dalam kondisi terjebak, sembari menunggu tim evakuasi. Salah satunya mengenai upaya mencari sumber air minum di dekat lokasi mereka terjebak.

"Saya memang minta mereka hemat tenaga sampai pertolongan datang, apalagi mereka dua rombongan, berbeda tim, yang menghubungi saya yang tim dari Palembang, tim satu lagi saya belum dapat info dan belum ada kepastian jumlah mereka," kata Akmal.

Melalui pesan singkat pendaki bernama Rahmat, Akmal menginformasikan, perbekalan pendaki yang terjebak semakin menipis.

Kepala Balai Taman Nasional Gjnjng Rinjani (TNGR) NTB, Dedy Asriady yang dikonfirmasi melalui telepon, mengaku belum mendapat laporan. Namun, dia memastikan telah memberi kabar pada Tim Evakuasi TNGR Sembalun yang terdekat dengan lokasi.

"Saya minta nomer kontak mereka dan mengabarkan langsung tim evakuasi dari TNGR agar dilakukan tindakan segera," kata Dedy.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Sejumlah Pendaki Asal Pelembang Terjebak Longsor di Gunung Rinjani Pasca-gempa Lombok"

Ikuti Kami di Google Klik

Editor: Vanda Rosetiati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved