Breaking News:

Berita Palembang

Siasat Usaha Tour dan Travel di Palembang Bertahan Meski Omzet Turun 90 Persen

Sejak adanya pandemi Covid-19 di Indonesia, usaha tour and travel di Kota Palembang turun drastis. Bahkan hingga 90 persen.

ISTIMEWA
Kantor Tour dan Travel di Palembang, Sako Holidays. Tour and Travel di Palembang sangat terdampak pandemi karena omzet turun hingga 90 persen. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Sejak adanya pandemi Covid19 di Indonesia, usaha tour and travel turun drastis.

Bahkan penurunannya hingga 90 persen.

"Penurunan hampir 90 persen jadi 10 persennya bisa makan dan operasional," kata Direktur Utama Sako Holidays Emir Faisal, Jumat (4/6/2021).

Lebih lanjut ia mengatakan, dampak dari adanya pandemi Covid19 ini cukup terasa sejak Maret 2020. Untuk itu, agar bisa bertahan sampai saat ini beberapa travel agent sekarang  beralih ke bidang-bidang pekerjaan lainnya seperti menjual kurma, madu, ada juga menjual makanan, dan lain-lain. 

"Kalau kami juga jadinya jual Kurma, Madu dan lain-lain mengikuti musim. Misal seperti saat Ramadan, kurma dan madu itu banyak peminatnya," ungkapnya.

Baca juga: Kronologi Lengkap Polantas di Palembang Ditusuk Pria Mengaku Teroris, Kejadian Usai Shalat Jumat

Menurut Emir saat ini kondisi travel agent masih mengalami penurunan, tetapi untuk Sako Holidays Alhamdulillah masih ada jalan-jalan untuk perjalanan domestik dan penyewaan bus.

"Untuk liburan selalu diberikan promo, karena sejak adanya pandemi baik tiket maupun hotel memberikan promo. Namun untuk saat ini kita jual produk yang menggunakan bus," katanya.

Menurutnya, masi ada masyarakat yang liburan untuk domestik, walupun tidak terlalu banyak.

Namun tetap mengikuti prosedur kesehatan seperti di swab, pakai masker dan tetap menerapkan protokol kesehatan (Prokes) seperti jaga jarak dan cuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer.

Baca juga: Cekik lalu Rampas HP, Komplotan Penodong di Jembatan Ampera Palembang Dibekuk 

General Manager Mega Wisata Tour and Travel, Salwaty, bahwa memang benar penurunan penjualan untuk tour and travel agent saat pandemi Covid-19 mencapai 90 persen.

"Kami bertahan dengan mengurangi cost, dan mengurangi sumberdaya manusia. Lalu menjual paket yang promo. Selain itu kita buka usaha juga jual kurma, air zamzam dan lain-lain," katanya.

Menurut Salwaty, dikondisi seperti ini tetap ikhtiar pada Allah Subhana wa taala. Karena Allah pasti memberi cobaan tidak melebihi dari kemampuan umatnya

Penulis: Linda Trisnawati
Editor: Yohanes Tri Nugroho
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved