Breaking News:

Berita Prabumulih

Pasca Penyetopan Pengerjaan Exit Tol, Polres Prabumulih Tingkatkan Pengamanan Proyek Tol

Pasca penyetopan pembangunan proyek Exit Tol di Desa Karangan, Polres Prabumulih meningkatkan keamanan jalannya proyek Nasional itu.

Penulis: Edison | Editor: Yohanes Tri Nugroho
TRIBUNSUMSEL.COM/EDISON
Kasat Reskrim Polres Prabumulih AKP Abdul Rahman menegaskan Polres Prabumulih akan meningkatkan keamanan pasca penyetopan proyek exit tol di Desa Karangan Prabumulih. 

Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Edison Bastari

TRIBUNSUMSEL.COM, PRABUMULIH - Terkait ulah oknum Kepala Desa (Kades) yang menyetop pengerjaan proyek strategis nasional tepatnya di zona 6 exit tol ruas di Desa Karangan Kecamatan Rambang Kapak Tengah (RKT) Prabumulih, Kapolres Prabumulih AKBP Siswandi melalui Kasat Reskrim AKP Abdul Rahman angkat bicara.

"Ada beberapa hal permasalahan yang terjadi di Desa Karangan antara PT Tembesi Bangun Perkasa, pada prinsipnya permasalahan ini sudah terdeteksi oleh Polsek dan jajaran intelijen Polres Prabumulih namun mediasi sudah dilakukan beberapa hari antara Kades dengan PT Tembesi," ungkapnya kepada wartawan.

Abdul Rahman menuturkan hal yang paling pokok itu adalah permasalahan dimana ada warga di Desa Karangan yang dilibatkan sebagai pekerja, baik humas maupun pekerja harian ada sisa yang belum dibayarkan.

Baca juga: Wawako Prabumulih : Kalau Ada Oknum Kades Pungli Silahkan Ciduk

Namun setelah terjadi permusyawarahan untuk memecahkan masalah, tapi belum ada tindak lanjut sejauh mana sehingga pada hari Minggu 30 Mei Kepala Desa dan warga meminta untuk ketegasan itu dan jangan sampai permasalahan berikutnya terjadi di desa karangan.

"Pada prinsipnya Polres Prabumulih karena itu program Nasional pembangunan tol Indralaya-Muaraenim terus berjalan sesuai dengan target dan waktu yang ditentukan karena itu merupakan wujud dari program pemerintah pusat dan kami Polres Prabumulih akan terus memantau dan mendorong apapun permasalahannya tetap kita musyawarahkab namun jangan sampai proyek terhenti," jelasnya.

Rahman menuturkan, semua permasalahan yang terjadi bukan hanya terjadi di Prabumulih saja dan mungkin di kabupaten lain juga sama namun selesai dengan dilakukan musyawarah dan proyek pengerjaan tetap berlanjut.

"Terkait dengan permaslahan isu yang terjadi di desa Karangan, yang mana kades Karangan yang diasumsikan menyetop pekerjaan itu.

Setelah didalami dan musyawarahkan dengan mereka hanya terjadi miss komunikasi. Namun dari kemarin PT tembesi sudah bisa bekerja sesuai dengan program atau kegiatan yang sedang berjalan," tuturnya.

Baca juga: Wawako Prabumulih : Kalau Ada Oknum Kades Pungli Silahkan Ciduk

Untuk PT Tembesi Kasat Reskrim menghimbau jika ada permasalahan yang memang menyangkut unsur tindak pidana terhadap PT Tembesi selaku subkon PT WIKA atau HK maka dipersilahkan untuk melapor ke Polres dan akan ditindaklanjuti sesuai prosedur yang berlaku.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved