Breaking News:

Gelar Mentoring Spesialis, BPJS Kesehatan Dongkrak Mutu Layanan FKTP Kabupaten Musi Rawas

BPJS Kesehatan Cabang Lubuklinggau menggelar mentoring spesialis kepada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) Kabupaten Musi Rawas.

Editor: Yohanes Tri Nugroho
BPJS Kesehatan
Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) Kabupaten Musi Rawas, baik dari Puskesmas, klinik dan Dokter Praktek Perorangan (DPP) yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan Cabang Lubuklinggau, mendapatkan mentoring spesialis dengan tema Hidup Manis bersama Diabetes Melitus, Rabu (19/05/2021).  

TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU - Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) Kabupaten Musi Rawas, baik dari Puskesmas, klinik dan Dokter Praktek Perorangan (DPP) yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan Cabang Lubuklinggau, mendapatkan mentoring spesialis dengan tema "Hidup Manis bersama Diabetes Melitus", Rabu (19/05/2021). 

Menurut Kepala BPJS Kesehatan Cabang Lubuklinggau, Harry Nurdiansyah dalam sambutannya kegiatan ini bertujuan untuk memberikan informasi terbaru maupun penyegaran informasi kepada tenaga medis di FKTP agar pelayanan kesehatan berjalan dengan baik.

“Mentoring spesialis ini agenda kegiatan rutin yang BPJS Kesehatan menginisiasi karena kami melihat dari sisi pelayanan perlu yang namanya update atau transfer knowledge. Sejak tahun 2015 kami memang sudah rutin mengadakan kegiatan mentoring spesialis ini dengan menghadirkan narasumber yang kami nilai ahli dibidangnya seperti dari dokter spesialis,” kata Harry dalam sambutannya.

Lebih lanjut, Harry menginformasikan bahwa selama Program JKN-KIS berjalan, penyakit yang banyak menyerap biaya yakni dari penyakit katastropik atau kronis seperti gagal jantung dan gagal ginjal yang asal muasal penyakit ini bisa berasal dari diabetes melitus dan hipertensi.

“Transfer knowledge ini memang lebih khususnya membahas dua penyakit besar yaitu hipertensi dan Diabetes Melitus yang setiap tahunnya memakan biaya besar di Program JKN-KIS. Kalau orang sudah gagal ginjal maka harus melakukan cuci darah. Paling sedikit seminggu dua kali cuci darah, dan itu bisa seumur hidup,” lanjut Harry.

Kegiatan mentoring spesialis ini diharapkan dapat mendorong kualitas layanan di FKTP, sebab informasi dan ilmu yang diberikan dapat secara langsung diimplementasikan FKTP pada saat memberikan layanan kepada peserta JKN-KIS.

Sebagai narasumber pada acara mentoring spesialis ini, dokter Ahmar Kurniadi memberikan contoh mengapa penyakit seperti diabetes wajib diwaspadai.

Menurutnya jika seseorang sudah terkena penyakit ini akan sangat membutuhkan biaya yang besar.

“Orang kaya tahan masuk Program JKN-KIS ini untuk bisa melakukan operasi pasang ring jantung. Harga satu cincin bisa sampai 30-40 juta rupiah, kalau pasang empat cincin bisa sampai 120 juta rupiah. Itu baru satu kali operasi pasang cincin. Belum biaya kamarnya, obatnya dan lain-lain. Gagal ginjal satu minggu bisa 2-3 kali cuci darah dengan biaya kurang lebih satu juta per satu kali cuci darah. Kalau seumur hidup besar sekali biayanya,” katanya. (REL)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved