Berita Palembang

Siasat JM Group Bertahan Dimasa Pandemi, Mulai Efisiensi hingga Ubah Pola Bisnis

Pandemi yang belum kunjung usai memaksa bisnis retail melakukan beragam cara agar bisa bertahan di tengah pukulan ekonomi yang belum stabil.

Penulis: Hartati | Editor: Yohanes Tri Nugroho
TRIBUN SUMSEL/HARTATI
Konsumen tengah antre di kasir membayar barang belanjaannya di JM Group. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Pandemi yang belum kunjung usai memaksa bisnis retail melakukan beragam cara agar bisa bertahan di tengah pukulan ekonomi yang belum stabil hingga kini.

Seperti yang dilakukan jaringan swalayan JM Group yang memilih melakukan efisiensi karyawan karena kondisi bisnis belum pulih sepenuhnya seperti saat sebelum pandemi.

Corporate General Affair JM Group, Deny Mulyawan,mengatakan, kondisi bisnis untuk JM Group memang menunjukkan peningkatan dibanding tahun lalu namun secara target masih jauh dari harapan dan jauh dari kondisi sebelum pandemi.

Untuk menekan biaya operasional, JM Gruop melakukan penyesuaian karyawan dengan tidak menambah karyawan musiman yang biasa dilakukan sebelum pandemi.

"Biasanya saat akan lebaran kita pasti tambah karyawan musiman karena menyesuaikan dengan kondisi pembeli ramai, tapi tahun ini tidak ada penambahan karyawan musiman," kata Deni, Minggu (30/5/2021).

Dia mengatakan biasanya saat lebaran jumlah seluruh karyawan JM Gruop baik di Palembang dan luar kota mencapai 1.500 orang. Tapi tahun ini hanya 1.000 karyawan saja karena tidak ditambah karyawan musiman.

JM Group juga bakal mulai menerapkan pola belanja swalayan atau konsumen memilih sendiri produk dan langsung membayar di kasir saat belanja agar tidak terlalu banyak karyawan. 

Pola bisnis swalayan ini bukan cuma akan diterapkan di supermarket saja tapi juga di bagian fesyen dan hingga perabot rumah tangga.

Hanya saja implementasinya hingga kini masih membutuhkan penyesuaian.

"Kalau di swalayan sudah biasa dengan pola ini tapi pada bagian fesyen butuh proses karena biasanya terkait ukuran pakaian dan konsumen butuh barang sesuai ukuran atau warna yang diinginkannya," ujar Deni.

Dia mengatakan penerapan pola belanja swalayan juga untuk membuat konsumen nyaman sebab ada konsuemen yang tidak ingin belanja diikuti dan lebih leluasa jika siarkan memilih sendiri. Jadi saat membutuhkan bantuan pramuniaga barulah bisa memanggilnya.

Denny mengungkapkan GM Group sangat menghindari yang namanya pemutusan hubungan kerja karena memikirkan nasib karyawan.

Namun penyesuaian di sini mulai dari melihat kinerja, mereka yang berhenti sendiri hingga kontrak habis. 

"Sebisa  mungkin kami tidak melakukan PHK dan tetap berusaha memenuhi hak dan kewajiban perusahaan," ujarnya.

JM Group juga kini fokus pada bisnis online karena tidak bisa dipungkiri bisnis online semakin digandrungi masyarakat apalagi sejak pandemi bisnis online kian bersaing ketat dengan bisnis offline.

Kemudahan belanja dari mana saja dan kapan saja dengan gawai pintar membuat sebagian masyarakat enggan keluar rumah untuk belanja offline

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved