Breaking News:

Berita OKI

Bupati Ogan Komering Ilir Tanggap Penanggulangan Karhutlah

Bupati Ogan Komering Ilir, H. Iskandar, S.E menegaskan OKI tidak akan menjadi kabupaten penyumbang kabut asap terbesar di Sumatera Selatan.

Penulis: Winando Davinchi | Editor: Yohanes Tri Nugroho
TRIBUNSUMSEL.COM/WINANDO
Bupati Ogan Komering Ilir, H. Iskandar, S.E saat menyampaikan rencana pencegahan dan penanggulangan Karhutla di OKI 2021 

TRIBUNSUMSEL.COM, KAYUAGUNG -- Pencegahan kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Ogan Komering Ilir untuk tahun 2021 telah lama digaungkan.

Mendekati puncak musim kemarau, pemerintah daerah Ogan Komering Ilir telah siap menghadapi karhutlah dan memastikan tidak akan menjadi kabupaten penyumbang kabut asap terbesar di Sumatera Selatan.

Bupati Ogan Komering Ilir, H. Iskandar, S.E saat diwawancarai menuturkan pencegahan karhutlah ini tidak hanya sebatas dilakukan oleh instansi saja tapi juga melibatkan masyarakat dan pelaku usaha (perusahaan perkebunan).

"Kita bangun suatu koordinasi dan lakukan simulasi-simulasi bagaimana nantinya saat menghadapi kebakaran," ujarnya, Minggu (30/5/2021) siang.

Baca juga: Senangnya Petani di OKI, Harga Getah Karet Terus Naik Pascalebaran, Sekarang Rp 12 Ribu per Kg

Mengingat tahun kemarin, kabupaten OKI dapat dikatakan berhasil mengurangi kasus karhutlah dan titik api yang terpantau cukup sedikit dibanding biasanya.

"Alhamdulillah, tahun kemarin kita berhasil dan harapannya tahun ini semakin berkurang kasus kebakaran lahan, minimal mempertahankan,"

"Kadang kala api yang berasal dari pembakaran rumah tangga juga terpantau oleh satelit," bebernya.

Sambungnya, namun yang ingin ditekankan oleh Iskandar yaitu bagaimana caranya supaya kebakaran tersebut jangan sampai terjadi bukan penanganan saat kebakaran sedang terjadi.

"Kita lakukan suatu tindakan pencegahan sedini mungkin agar tidak terjadi, bukan saat kebakaran terjadi namun bagaimana jangan sampai terjadi (karhutlah)," tegasnya.

Baca juga: Ditinggal ke Kebun, Rumah di Tanjung Lubuk OKI Terbakar Habis Siang Tadi

Salah satunya yakni dengan menyebar drone di daerah-daerah rawan karhutlah yang dikomandoi oleh Kapolres OKI, melalui kapolsek dan juga babinsa di wilayah yang ditunjuk.

"Untuk penanggulangan karhutlah di kabupaten OKI, kita kemarin dapat bantuan dari provinsi kurang lebih 7 Milyar. Sedangkan dari kita sendiri itu termasuk dalam Biaya Tidak Terduga sebanyak 50 Milyar," 

"Dengan begitu, maka praktik penanggulangan karhutlah harus serius dilakukan oleh para stake holder dari mulai mencegah sampai nantinya itu kebakaran terjadi," jelasnya

Masih kata Iskandar karena intensitas hujan masih cukup tinggi maka status karhutlah di Bumi Bende Seguguk masih belum berubah.

"Status karhutlah sejak Januari 2021 sudah Siaga. Nanti berubah ketika intensitas hujan sudah sangat rendah, menjadi tanggap darurat dan jika sudah terjadi betul karhutlah maka statusnya darurat," tutupnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved