Breaking News:

Maskapai Sriwijaya Air Bicara Penyebab Jatuhnya Pesawat Sriwijaya Air SJ-182

Maskapai Sriwijaya Air Bicara Penyebab Jatuhnya Pesawat Sriwijaya Air SJ-182

Editor: Slamet Teguh
Tangkap layar YouTube Kompas TV
Black box berupa Cockpit Voice Recorder (CVR) pesawat Sriwijaya Air SJ-182 sudah ditemukan, Selasa (30/3/2021) malam. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Hari Darmawan

TRIBUNSUMSELCOM, JAKARTA - Hingga kini, penyebab jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182 yang jatuh diperarian Pulau Seribu masih menjadi misteri.

Head of Corporate Communication Sriwijaya Air Group Ary Mercyanto mengatakan hingga saat ini investigasi penyebab kecelakaan pesawat SJ-182 masih terus berjalan.

Menurutnya, investigasi belum usai dan hingga saat ini tentu masih dilakukan upaya dalam menemukan penyebab kecelakaan pesawat tersebut.

"Kami tentunya terus mendukung proses investigasi yang dilakukan oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) investigasi yang berlangsung," ucap Arcy dalam keterangannya, Sabtu (29/5/2021).

Arcy juga mengungkapkan, perkembangan saat ini menurut hasil investigasi KNKT bahwa kecelakaan pesawat SJ-182 belum ditemukan karena beberapa kendala.

Sebelumnya KNKT melakukan pertemuan dengan National Transport Safety Board (NTSB), Federal Aviation Administration (FAA) dan Transport Safety Investigation Bureau (TSIB).

Pertemuan tersebut membahas perkembangan investigasi pesawat udara Boeing 737-500 milik Sriwijaya Air yang mengalami kecelakaan pada 9 Januari 2021 lalu.

Menurut KNKT dalam pertemuan tersebut, disimpulkan bahwa pemeriksaan komponen belum selesai dilaksanakan karena ada beberapa kendala antara lain kerusakan alat pengetesan.

Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono menyebutkan, pemeriksaan komponen pesawat Sriwijaya Air yang dikirim ke Amerika Serikat (AS) belum selesai diinvestigasi karena ada beberapa kendala.

"Kendala tersebut yaitu karena adanya kerusakan pada alat untuk melakukan pengetesan terhadap komponen yang dikirim," kata Soerjanto dalam keterangannya, Jumat (28/5/2021).

Sementara itu dari hasil investigasi KNKT menemukan adanya problem pada pengatur tenaga mesin. Meski demikian, KNKT belum menemukan keterkaitan antara kegagalan flap synchro wire dengan pergerakan pengatur tenaga mesin.

Sedangkan investigasi sementara juga menyatakan sangat kecil kemungkinan flap synchro wire ini menyebabkan kecelakaan.

“Pada tahap ini kami masih akan melakukan banyak pemeriksaan dan penelitian sehingga penyebab kecelakaan masih belum diketahui,” kata Soerjanto.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Sriwijaya Air: Penyebab Kecelakaan Pesawat SJ-182 Masih Belum Ditemukan

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved