Terjadi Pelanggaran HAM dalam Konflik di Gaza, Negara Muslim Tuntut PBB Lakukan Penyelidikan

Terjadi Pelanggaran HAM dalam Konflik di Gaza Sejumlah Negara Muslim Tuntut PBB Lakukan Penyelidikan

Editor: Slamet Teguh
MOHAMMED ABED / AFP
Warga Palestina menghadiri pemakaman jurnalis Youssef Abu Hussein yang bekerja untuk radio Al-Aqsa yang terkait dengan Hamas yang tewas ketika serangan Israel menghantam rumahnya di utara Kota Gaza, reporter pertama yang tewas selama putaran kekerasan saat ini, pada 19 Mei 2021. 

TRIBUNSUMSEL.COM, JENEWA - Konflik panas yang terjadi di Palestina memakan banyak korban.

Ratusan orang dikabarkan meninggal dan ribuan orang lain terluka.

Oleh sebab itu, negara-negara Muslim meminta Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk menyelidiki kemungkinan terjadinya kejahatan selama konflik 11 hari antara Israel dan kelompok Hamas.

Dewan Hak Asasi Manusia PBB (United Nation Human Rights Council - UNHRC) akan mengadakan pertemuan khusus tentang konflik terbaru ini  Kamis (27/5) besok. Pertemuan ini atas inisiasi dari Pakistan, sebagai koordinator Organisasi Kerjasama Islam (OKI), dan negara Palestina.

Negara-negara tersebut mengajukan rancangan resolusi pada Selasa (25/5) malam.

Rancangan resolusi itu akan membentuk komisi penyelidikan internasional independen untuk menyelidiki semua pelanggaran hak asasi manusia di wilayah Palestina yang diduduki, termasuk Yerusalem Timur, dan di Israel, sejak 13 April.

Berdasarkan rancangan itu, juga akan diperiksa semua akar penyebab ketegangan dan ketidakstabilan. “Termasuk diskriminasi dan penindasan sistematis berdasarkan identitas nasional, etnis, ras atau agama," kata rancangan itu.

Baca juga: Dibohongi Karena Tak Beri Rp 200 Ribu Setiap Berhubungan Badan, Pria ini Bunuh Pasangan Sejenisnya

Baca juga: Siti Badriah Dinyinyirin Cuma Joget Tiktok dan Tak Masak, Sang Suami Beri Balasan Menohok

Tim independen akan mengumpulkan dan menganalisis bukti kejahatan yang dilakukan, termasuk materi forensik, "untuk memaksimalkan kemungkinan diterimanya dalam proses hukum".

Tim ini akan melaporkan kembali pada Juni 2022, yaitu mengidentifikasi mereka yang bertanggung jawab dan akuntabilitas hukumnya.

Duta Besar Israel untuk PBB di Jenewa, Meirav Eilon Shahar, mengatakan dalam tweet minggu lalu bahwa mengadakan pertemuan untuk mengincar Israel adalah bukti agenda anti-Israel yang jelas dari badan ini".

Para pendukungnya "hanya menghargai tindakan Hamas, sebuah organisasi teroris", tambahnya, mengacu pada penguasa Islam di jalur pantai.

Sejak dibentuk pada tahun 2006, Dewan Hak Asasi PBB (UNHRC) , sebuah forum yang beranggotakan 47 orang, telah mengadakan delapan pertemuan khusus sebelumnya yang mengutuk Israel dan melakukan beberapa penyelidikan atas dugaan kejahatan perang.

Amerika Serikat, di bawah pemerintahan Presiden Joe Biden, bergabung kembali dengan forum ini . setelah pemerintahan Trump berhenti menuduhnya sebagai bias anti-Israel. Delegasi AS saat ini berstatus pengamat tetapi tidak memiliki suara.

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengunjungi Timur Tengah pada hari Selasa kemarin dan berjanji bahwa Washington akan memberikan bantuan baru untuk membantu membangun kembali Gaza sebagai bagian dari upaya untuk meningkatkan gencatan senjata antara penguasa Islam Hamas dan Israel. (Tribunnews.com/ChannelNewsAsia/Hasanah Samhudi)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Negara Muslim Tuntut PBB Selidiki Pelanggaran HAM dalam Konflik di Gaza

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved