Pembunuhan Orang Palestina Oleh Israel Ternyata Masih Terjadi Meski Sedang Gencatan Senjata

Pemuda itu ditembak mati, pada Senin (24/5) sore setelah dianggap melukai dua tentara pendudukan Israel.

MAHMUD HAMS / AFP
Warga Palestina mengevakuasi jenazah dari sebuah bangunan yang menjadi sasaran pemboman Israel di Kota Gaza pada 11 Mei 2021. Israel melancarkan serangan udara mematikan di Gaza sebagai tanggapan atas rentetan roket yang ditembakkan oleh gerakan Islam Hamas di tengah kekerasan yang meningkat yang dipicu oleh kerusuhan di Kompleks Masjid Al Aqsa Yerusalem. 

TRIBUNSUMSEL.COM - Bentrokan pecah antara Israel dan Palestina pada saat menjelang akhir Ramadhan, pada 10 Mei 2021.

Konflik yang serius antara Hamas dan Militer Israel pun terjadi gegara hal tersebut.

Jalur Gaza seketika berubah menjadi lautan pertempuran antara Hamas dan IDF dalam bentrokan itu.

Militer Hamas kirimkan ribuan rudal ke Israel untuk memberikan balasan atas kekerasan yang dilakukan Israel di Majidil Aqsa.

Tak hanya itu, saja ribuan rudal yang dikerahkan Hamas memaksa Israel melancarkan serangan udara.

Baca juga: Intelijen AS Sebut Punya Bukti Asal-Usul Covid-19, China Sampai Bongkar Sendiri Detail Asal-Usul

Gempuran habis-habisan dilakukan Israel untuk membalas gempuran Hamas, hingga akhirnya  genjatan senjata dilakukan.

Pada Jumat (21/5) kedua belah pihak akhirnya setuju untuk mengakhiri konflik yang menewaskan ratusan orang Palestina dan puluhan orang Israel itu.

Meski konflik besar dan militerisasi telah selesai bukan berarti kekerasan antara Israel dan Palestina telah berakhir.

Pasalnya menurut laporan terbaru dikutip dari Middle East Monitor, pada Selasa (25/5), polisi Israel menembak mati seorang pemuda Palestina.

Salah satunya dianggap mengalami luka serius di daerah Frech Hill di timur Laut Yerussalem, yang diduduki, Israel, lapor Pusat Informasi Palestina.

Menurut media Ibrani, salah satu tentara terluka parah dalam insiden penikaman.

Sedangkan pria Palestina itu langsung dibunuh oleh petugas polisi yang berada di dekatnya.

Operasi penikaman terjadi di stasiun kereta api ringan di Yerusalem Timur yang diduduki.

Laporan berita lain mengklaim bahwa dua orang Israel terluka "sedang" dalam operasi itu.

Menambahkan bahwa hanya satu dari mereka yang diidentifikasi sebagai seorang tentara.

Warga Palestina itu diidentifikasi sebagai Jadallah Abdul-Raouf yang berusia 17 tahun dari Yerusalem Timur.

Rekaman video yang beredar di media sosial menunjukkan pemuda Palestina itu terbaring di tanah.

Ketika petugas polisi menutup daerah tersebut dan kru ambulans mulai membantu dan mengevakuasi tentara yang terluka.

Sumber: https://intisari.grid.id/read/032711705/perang-israel-palestina-memang-berakhir-tetapi-kekerasan-dan-pembunuhan-atas-orang-palestina-ternyata-diam-diam-masih-terjadi-bahkan-dilakukan-polisi-israel?page=all

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved