Breaking News:

Zona Merah Palembang Hilang

Palembang Zona Oranye, Epidemiolog Minta Warga Jangan Terlena, Kasus Aktif Kecamatan Masih Ada

Bagus jika memang terjadi penurunan, tetapi masyarakat jangan terlena. Karena kecamatan di Palembang ini masih banyak kasus aktif.

TRIBUNSUMSEL.COM/LINDA
Ahli Epidemiologi dari Universitas Sriwijaya Iche Andriani Liberty. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Epidemiolog Universitas Sriwijaya Dr Iche Andriany Liberty meminta masyarakat Palembang tetap mewaspadai sebaran virus corona meski saat ini kota Palembang turun menjadi zona oranye dari zona merah Covid-19.

Ia menyebut, untuk zonasi kabupaten/kota yang menentukan adalah satgas Covid-19 nasional. Sementara untuk menentukan zonasi suatu kecamatan di kota Palembang diukur dari adanya penurunan kasus aktif dan adanya penurunan kasus kematian Covid-19 selama dua pekan terakhir.

"Bagus jika memang terjadi penurunan, tetapi masyarakat jangan terlena. Karena kecamatan di Palembang ini masih banyak kasus aktif," katanya, Rabu (26/5/2021).

Baca juga: Tak Ada Lagi Kecamatan Zona Merah, Ini Rincian Update Kasus Covid-19 di Palembang 26 Mei 2021

Baca juga: Zona Merah Hilang, Kadinkes Sumsel: Jangan Lengah, Masyarakat Tetap harus Terapkan Prokes

Meski terjadi penurunan, Iche mengkhawatirkan kasus Covid-19 di Palembang bakal kembali naik, mengingat dalam pekan ini adanya hari libur nasional yang sering kali membuat mobilitas masyarakat beraktifitas semakin tinggi.

Dengan masih adanya kasus aktif di suatu kecamatan, Iche menjelaskan sesuai dengan teori wabah maka suatu daerah masih bahaya dan belum benar-benar aman.

"Kita harus tetap selalu waspada, saya lihat setiap kecamatan masih ada kasus aktif. Ketika ada kenaikan kasus otomatis zona oranye akan naik lagi ke zona merah," tegas Iche.

Ia menambahkan, dampak dari tinggginya mobilitas masyarakat beraktivitas saat lebaran dampaknya baru akan terlihat 2-3 minggu pasca lebaran atau hingga akhir bulan ini. Bahkan, kasus harian Covid-19 di Sumsel saat ini sudah mulai menunjukkan tren kenaikan hingga 200 kasus perhari.

"Sekitar akhir bulan ini bisa kita lihat tren Covid- 19 pasca lebaran ada kenaikan atau tidak," ungkap Iche.

Ikuti Kami di Google Klik

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved