Update Situasi Palestina

Terungkap Alasan Israel Pilih Hancurkan Rumah dan Gedung Vital di Gaza Hingga Serang Warga Palestina

Terungkap Alasan Israel Pilih Hancurkan Rumah dan Gedung Vital, Hingga Serang Warga Palestina

Editor: Slamet Teguh
MOHAMMED ABED / AFP
Warga Palestina menghadiri pemakaman jurnalis Youssef Abu Hussein yang bekerja untuk radio Al-Aqsa yang terkait dengan Hamas yang tewas ketika serangan Israel menghantam rumahnya di utara Kota Gaza, reporter pertama yang tewas selama putaran kekerasan saat ini, pada 19 Mei 2021. 

TRIBUNSUMSEL.COM - Konflik panas masih terus terjadi di Palestina.

Ratusan orang dikabarkan meninggal dunia.

Ribuan lainnya dikabarkan terluka.

Selain itu, sejak eskalasi konflik Israel dan Palestina pada 10 Mei lalu.

Israel telah menghancurkan lebih dari 184 bangunan vital di Jalur Gaza.

Otoritas Gaza mencatat, di antara lebih dari 184 bangunan itu, enam gedung tinggi landmark kota telah diratakan jet tempur Israel.

Rudal dan bom Israel merusak bangunan pemukiman, kawasan komersial, fasilitas kesehatan, hingga gedung pusat media berisi 33 institusi.

Dilansir Al Jazeera, serangan udara Israel pada Sabtu lalu menghancurkan menara Al Jalaa, apartemen sekaligus kantor media Al Jazeera dan Associated Press (AP). 

Israel membenarkan pengeboman itu dengan mengklaim bahwa lokasi tersebut merupakan gudang aset militer Hamas.

Namun Israel hingga kini belum bisa memberikan bukti soal tudingannya tersebut.

Sementara itu, pemboman ini dikecam pers, karena dianggap usaha untuk membungkam jurnalis yang meliput serangan Israel di Gaza.

Pemboman Israel juga telah merusak saluran air, sanitasi, dan kebersihan bagi ratusan warga Gaza.

Baca juga: Meski Larangan Mudik Berakhir, Pelabuhan Bakauheni Malah Perketat Syarat Untuk Menyebrang

Baca juga: Curi Motor Penyadap Karet di Baturaja Timur, 2 Orang Ditangkap, 1 Ditembak

Analis politik dan ekonomi, Mohsen Abu Ramadan menjelaskan alasan di balik aksi Israel membom wilayah pemukiman sipil dan infrastuktur.

"Kami telah melihatnya dalam serangan sebelumnya, tetapi skala penargetan warga sipil kali ini di Jalur Gaza jauh lebih tinggi," katanya kepada Al Jazeera.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved