Breaking News:

40 Ribu Warga Palestina Mengungsi, 2.500 Orang Kehilangan Tempat Tinggal, DK PBB Rapat Darurat

Konflik yang makin memanas sejak sepekan terakhir telah mengakibatkan lebih dari 220 orang meninggal, mayoritas adalah warga Palestina

AFP/Mahmud Hams
Asap mengepul dari serangan udara Israel di kompleks Hanadi di Kota Gaza pada 11 Mei 2021. Dewan Keamanan (DK) PBB akan rapat darurat menyikapi konflik Israel dan Palestina yang mengakibatkan semakin banyak jatuhnya korban 

TRIBUNSUMSEL.COM-Dewan Keamanan (DK) PBB akan rapat darurat menyikapi konflik Israel dan Palestina yang mengakibatkan semakin banyak jatuhnya korban.

Konflik yang makin memanas sejak sepekan terakhir telah mengakibatkan lebih dari 220 orang meninggal, mayoritas adalah warga Palestina.

Berdasarkan laporan PBB, terdapat 40 tibu warga Palestina mengungsi dan 2.500 orang kehilangan tempat tinggal.

Melansir AFP pada Selasa (18/5/2021), DK PBB akan rapat darurat hari ini untuk mengakhiri konflik Israel dan Palestina terkini yang telah menewaskan lebih dari 220 orang.

Sementara itu Israel terus melakukan bombardir harian terberatnya di Gaza tadi malam.

Bola api dan asap hitam mengepul ke udara setelah satu serangan besar menghantam daerah tersebut, lapor seorang jurnalis AFP di lokasi.

Meski ada seruan untuk diakhirinya kekerasan, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Senin malam (17/5/2021) berkata, Israel akan terus menyerang target yang mereka sebut teroris.

Baca juga: Konon Ada Ribuan Senjata Siap Menghujam Israel, Ini Penampakan Ruang Bawah Tanah Rahasia Hamas

Serangan udara Israel menggempur Gaza sejak 10 Mei setelah Hamas yang berkuasa di sana menembakkan serentetan roket, menyusul bentrok Israel Palestina di Yerusalem timur.

Serangan udara Israel di Gaza telah menewaskan 213 warga Palestina termasuk 61 anak-anak, dan melukai lebih dari 1.400 orang di Gaza, menurut Kementerian Kesehatan yang dikelola Hamas.

Dalam berita Gaza Palestina terbaru, Hamas sudah menembakkan sekitar 3.350 roket ke Israel yang menewaskan 10 orang termasuk 1 anak, kata otoritas Israel.

Lalu menurut kabar Israel Palestina terbaru, sirene serangan udara kembali meraung di selatan Israel sepanjang pagi, membuat keluarga-keluarga mengungsi ke tempat perlindungan bom.

Beralih ke sesi Dewan Keamanan PBB, mereka akan mengadakan sesi keempat sejak konflik Israel Palestina meningkat.

Sesi keempat DK PBB digelar setelah Amerika Serikat yang merupakan sekutu utama Israel, memblokir pernyataan bersama yang menyerukan penghentian kekerasan pada Senin untuk ketiga kalinya dalam seminggu.

PBB pada Selasa juga memuji keputusan Israel untuk membuka penyeberangan Kerem Shalom, sehingga bantuan-bantuan kemanusiaan bisa masuk ke Gaza.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com

Editor: Wawan Perdana
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved