Berita OKU Selatan

Cerita Yasser, Penggiat Wisata OKU Selatan Gagal Manfaatkan Momen Libur Hari Raya

Pandemi Covid-19 berdampak pada di wisata Taman Bunga Bukit Mutiara Garden Danau Ranau Kabupaten OKU Selatan.

SRIPOKU/ALAN
Taman Bunga Bukit Mutiara Garden Danau Ranau OKU Selatan. Para penggiat wisata OKU selatan tidak bisa memanfaatkan moment Lebaran untuk menarik wisatawan karena pandemi. 

TRIBUNSUMSEL.COM, MUARADUA--Dibalik pandemi Virus Corona atau Corona Virus Disease memiliki dampak besar terhadap omset pelaku usaha micro kecil menengah (UMKM) di wisata Taman Bunga Bukit Mutiara Garden Danau Ranau Kabupaten OKU Selatan.

Berharap kunjungan wisata dibuka dan telah melakukan berbagai persiapan dengan modal puluhan juta penggagas wisata Taman Bunga Mutiara Garden yang berada sekitaran area Danau Danau Yasset Arafat gagal memetik hasil kerja kerasnya.

Hal itu dialami sejak dua tahun terkahir. Padahal ditahun ini ia memprediksi kisaran 5.000 lembar tiket kunjungan dapat terjual.
"Sudah dua kali lebaran gagal panen, padahal kita menargetkan sekitar 5.000 tiket terjual di hari libur hari raya ini,"ujar Yasser Arafat, owner wisata Taman Binga Bukit Mutiara Garden, kepada Sripoku.com, Senin (17/5).

Baca juga: Sempat Membeludak, Akses ke Pantai Bidadari OKU Selatan Ditutup Sementara

Sepinya kunjungan diwaktu libur hari raya tahun ini dikarenakan Pemda terpaksa mengeluarkan himbauan melalui surat edaran penutupan sementara selama 8 hari sejak 10-17 Mei 2021 sebagai upaya antisipasi terhadap penyebaran virus corona.

Himbaun tersebut berdampak terhadap sepinya pengunjung yang datang. Meskipun tak sedikit pengunjung tetap berwisata ke Danau Ranau.

"Kemaren sekitar 50 orang pengunjung, hari ini hanya 10 orang saja. Sepi sebab orang-orang telah arus balik kembali kerja dan baru dibuka,"tuturnya.

Baca juga: Kasat Lantas Polres OKU Timur Jelaskan Kronologi Kecelakaan Beruntun Libatkan 5 Kendaraan Tadi Pagi

Lebih lanjut, Yasser mengeluhkan sepinya sepanjang libur hari raya hanya mendapat omset Rp 3 juta yang jauh dari terget minimal Rp 25 juta pasca biaya perawatan kebun bunga.

Dikatakannya, untuk biaya masuk ke taman bunga pengunjung hanya perlu merogoh kocek Rp 5 ribu untuk anak-anak dan orang dewasa Rp 10 ribu.

Kendati demikian harapan momen hari besar memperoleh keuntungan tak sesuai harapan. Sementara dihari biasa kunjungan sepi. (SP/ALAN)

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved