Breaking News:

Ustaz Abdul Somad Berlinang Air Mata Saat Bongkar Alasan Mengapa Israel Tak Dibinasakan Allah

Ia sempat bertanya kepada ulama mengapa Allah SWT tidak membinasakan Israel. 

Editor: Kharisma Tri Saputra
Tribun Sumsel/Net
Ustaz Abdul Somad 

TRIBUNSUMSEL.COM - Konflik Israel-Palestina kini kembali memanas.

IDF dan Hamas saling serang dengan menembakkan senjata.

Ketegangan yang terjadi di Masjid Al Aqsa, Yerusalem Timur beberapa waktu lalu menjadi awal mula ketegangan ini.

Memanasnya konflik Israel dan Palestina sontak mengundang reaksi sejumlah publik figur di Indonesia.

Tak terkecuali ulama kondang, Ustaz Abdul Somad (UAS).

Baru-baru ini melalui unggahannya di Instagram, Ustaz Abdul Somad membahas soal Konflik Israel dan Palestina.

Ia sempat bertanya kepada ulama mengapa Allah SWT tidak membinasakan Israel. 

Baca juga: PM Israel Pusing, Sudah Dibombardir Roket Hamas, Dalam Negeri Pecah Perang Saudara, Karma Israel?

Asap mengepul dari serangan udara Israel di kompleks Hanadi di Kota Gaza, dikendalikan oleh gerakan Hamas Palestina, pada 11 Mei 2021.
Asap mengepul dari serangan udara Israel di kompleks Hanadi di Kota Gaza, dikendalikan oleh gerakan Hamas Palestina, pada 11 Mei 2021. (MAHMUD HAMS / AFP)

"Israel kenapa tidak dibinasakan sama Allah, kenapa tidak dimatikan Allah?

Menangis Syekh Abdul Karim al-Maqdisi menceritakan ini kepada Syekh Abdul Sattar," ujar Ustaz Abdul Somad, Jumat (14/5/2021).

Saat mengatakan hal tersebut, Ustaz Abdul Somad tak kuasa menahan air matanya.

Sebelumnya, Ustaz Abdul Somad juga sempat menyinggung soal kaum ad Nabi Nuh yang dibinasakan oleh Allah.

Tak hanya itu saja, kaum tsamud Nabi Saleh juga dibinasakan oleh Allah. 

Lantas, mengapa Israel tak dibinasakan oleh Allah?

"Aku sekarang ceritakan itu kepada kalian dengan berlinang air mata. Kenapa (Israel) tidak dibinasakan oleh Allah?" kata Ustaz Abdul Somad.

"Kaum Ad mati hancur, kaum tsamud mati. Kenapa terlaknat ini (Israel) masih hidup?" imbuhnya.

Hal itu rupanya juga pernah ia tanyakan kepada gurunya, Syekh Muhammad Jibril.

Ustaz Abdul Somad pun menjawab pertanyaan mengapa Israel tidak dibinasakan oleh Allah.

"Pertanyaan ini pernah kutanyakan pada guruku di Al Azhar.

Syekh Muhammad Jibril kenapa Allah tidak binasakan Israel? Kenapa Allah tidak binasakan Israel di Palestina?" kata Ustaz Abdul Somad.

"Kalau Allah membinasakan Israel, lalu kau masuk surga pakai apa? Allah biarkan mereka hidup supaya kau berjihad di jalan Allah," sambungnya.

Di akhir video, Ustaz Abdul Somad mengingatkan umat Muslim untuk belajar setinggi mungkin agar bisa menolong warga Palestina.

"Belajar engkau serius sampai doktor, sampai profesor lalu dengan uangmu, hartamu dengan ilmumu kau akan menolong saudaramu," ungkap Ustaz Abdul Somad.

PILU Bocah Palestina Ini Menangis Histeris Ayahnya Tewas Karena Roket Israel

Ketegangan antara Israel dan Palestina meningkat justru di hari-hari terakhir bulan Ramadhan, jelang Idul Fitri 2021.

Israel menembakkan roket ke arah pemukiman penduduk di Palestina hingga membuat beberapa orang meninggal dunia.

Satu video memilukan yang banyak beredar di media sosial adalah tangis pilu seorang bocah lelaki yang kehilangan ayahnya dalam peristiwa itu.

Dari foto yang diambil fotografer Al Jazeera, Hosam Salem, bocah itu ternyata anak dari Saber Suleiman (39) dikutip dari artikel Tribun Solo berjudul 'Video Pilu Bocah Palestina Histeris, Ayah Tewas karena Roket Israel : Ayah, Biar Aku Saja yang Mati!'.

Foto pemakaman Saber Suleiman, warga Gaza yang meninggal karena serangan Israel.
Foto pemakaman Saber Suleiman, warga Gaza yang meninggal karena serangan Israel. (Al Jazeera/Hosam Salem)

Saber, seorang warga Gaza, meninggal dunia terkena ledakan roket Israel.

Tak dijelaskan secara rinci oleh Al Jazeera bagaimana Saber Suleiman meninggal.

Tapi, dijelaskan Saber meninggal bersama anaknya yang lain, Mohammed di Gaza.

Satu anak Saber yang meninggal, berusia 16 tahun.

Anak Saber yang lebih kecil, memakai kaus berwarna biru gelap, histeris di pemakaman ayahnya itu.

Ia berlari dan terus menerus berteriak : "Ayah ! Ayah! Selamat jalan Ayah! Mengapa kau meninggalkan kami?,"

Sejumlah pria kewalahan menenangkan anak Saber itu.

Ia tenang setelah seorang pengangkat jenazah mengatakan : "Sini, sini, bawa jenazah dua bersama kami,"

Di pemakaman, ia kembali histeris.

"Ayah! Aku cinta kamu, wahai kekasihku!,"

"Aku berharap aku saja yang mati daripada kau!," kata bocah itu sambil menengadahkan tangan ke langit.

Serangan Israel ke Palestina masih terus berlanjut jelang Hari besar umat Muslim, Idul Fitri.

Media Al Jazeera per Rabu (12/5/2021) melansir, setidaknya 26 orang, termasuk 9 anak-anak, meninggal di Gaza terkena serangan udara Israel.

Roket Israel tidak hanya menyasar Hamas (pasukan lawan militer Israel), tapi juga bangunan perumahan publik.

Sebuah bangunan pemukiman 13 lantai di kawasan Rimal, Gaza dibom, sehingga 3 warga Palestina tewas.

Video juga menunjukkan warga berlarian dari pemukiman al-Jundi dalam kondisi panik, sementara anak-anak menangis dan dalam kondisi berlumur debu puing.

Sejauh ini, diyakini Israel telah menembakkan 130 roket ke Gaza, tempat dari sekitar 2 juta warga Palestina bermukim.

Sementara, diperkirakan Israel telah membunuh 15 anggota Hamas dan sejumlah anggota pasukan paramiliter anti-Israel.

Lihat videonya :

Bom Jelang Buka Puasa

Muhammad al-Masri (22 tahun) adalah salah satu dari warga Palestina yang terluka karena gempuran Israel.

Pria muda itu berada di depan rumahnya pada Senin malam waktu setempat (10/5/2021), tepat sebelum berbuka puasa Ramadhan.

"Saya mendengar suara bom datang ke arah kami di perbatasan," ujar al-Masri seperti yang dilansir dari The Guardian pada Selasa (11/5/2021).

Seketika itu ia berlari, tapi terlambat.

Sebuah ledakan telah menghantam tubuhnya, lengan kanannya patah.

"Ada pecahan peluru di mata kanan saya. Saya tidak bisa melihatnya," ungkap al-Masri.

Segera ia dilarikan ke rumah sakit Shifa.

Selama 24 jam ia telah melalui operasi dan selebihnya hanya bisa berbaring lemah.

Namun, ia memikirkan saudara laki-lakinya, saudara perempuan, dan sepupunya yang juga terluka karena serangan Israel tersebut.

Terakhir yang ia tahu, mereka berada di mobil yang sama saat dilarikan ke rumah sakit.

Saat wawancara dengan media berlangsung, al-Masri tidak mengetahui kondisi keluarganya setelah itu.

Al-Masri tinggal di Beit Hanoun, dekat perbatasan Israel.

Sehingga, dampak bentrokan dengan Israel seringkali tidak terhindarkan.

Menurut laporan warga, terdapat 7 anggota keluarga yang sama, yang di antaranya ada 3 anak, menjadi korban tewas di sana semalam waktu setempat (10/5/2021).

Setelah berminggu-minggu kekerasan hebat di Yerusalem, Hamas, kelompok Islam yang memegang kekuasaan di Gaza, menembakkan rentetan roket ke arah Yerusalem pada Senin malam waktu setempat (10/5/2021).

Sejak itu, Hamas telah meluncurkan ratusan lagi roket di kota-kota Israel di dekatnya.

Lalu, dibalas oleh Israel dengan melakukan puluhan serangan udara, termasuk serangan terhadap bangunan permukiman.

Kementerian Kesehatan daerah kantong sejauh ini melaporkan 28 warga Palestina termasuk 10 anak-anak, 2 wanita warga Israel, dan seorang warga India, meninggal.

Sejumlah orang terluka di dalam wilayah Israel, di mana sirene udara berbunyi di kota-kota terdekat hampir tanpa henti, karena bentrokan antara Israel dan Palestina yang terus berlanjut.

Di kota Ashkelon di Israel selatan, sebuah sekolah kosong dibom.

Media lokal melaporkan 4 anggota keluarga yang sama, termasuk seorang anak berusia 8 tahun dan seorang anak berusia 11 tahun, terluka oleh pecahan peluru.

Holon, daerah tepat di selatan Tel Aviv, juga terkena tembakan yang membakar bus, beberapa mobil, dan melukai sedikitnya 3 orang.

Seorang petugas medis untuk United Hatzalah, sebuah badan layanan medis darurat berbasis relawan, mengatakan dia merawat seorang wanita berusia 70-an setelah rumahnya di Ashkelon terkena serangan.

"Wanita itu dalam kondisi kritis," katanya.

Di seberang Jalur Gaza, keluarga-keluarga sepanjang pagi dan malam diliputi ketakutan di dalam rumah atas bentrokan antara Israel dan Palestina yang masih berlangsung. 

Souad (30 tahun) mengatakan kondisi yang terjadi mengerikan.

"Kami tidak dapat tidur," katanya yang hanya memberikan nama singkat.

"Anak-anak tidak tahu apa yang terjadi," imbuhnya.

Abdel-Hamid Hamad mengatakan keponakannya Hussein (11 tahun), tewas pada Senin (10/5/2021) dalam serangan udara Israel.

Hamad mengatakan kepada Reuters bahwa anak laki-laki itu sedang mengumpulkan kayu ketika dia terkena serangan.

"Gaza sudah cukup dan tidak ada yang membuat perbedaan sekarang. Anak-anak kami terbunuh. Apa yang seharusnya kita lakukan?" ujar Hamad kepada Reuters.

Di rumah sakit Barzilai di Ashkelon, seorang waniita Israel terluka setelah apartemennya hancur oleh serangan roket Palestina.

Sebuah unit pendingin udara jatuh menimpanya dan salah satu anaknya pada malam hari.

Sementara, pintu kamar mandi jatuh menimpa di kepala suaminya, kata wanita itu kepada Channel 13, yang tidak menyebutkan namanya. 

(TribunStyle.com/Tiara Susma, TRIBUN SOLO)

Artikel ini telah tayang di TribunStyle.com dengan judul Mengapa Kaum Nuh & Tsamud Dibinasakan, Tapi Israel Tidak? Ustaz Abdul Somad Nangis Beri Jawaban Ini, https://style.tribunnews.com/2021/05/15/mengapa-kaum-nuh-tsamud-dibinasakan-tapi-israel-tidak-ustaz-abdul-somad-nangis-beri-jawaban-ini?page=all.

Sumber: TribunStyle.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved