Breaking News:

Strategi Licik Teroris di Papua Terendus, Kopassus Tewaskan Komandan Lekagak, Musuh Lari Ketakutan

Strategi Licik Para Teroris di Papua Sudah Tercium, Kopassus Berhasil Tewaskan Komandan Lekagak

Facebook TPNPB
Ilustrasi KKB di Papua. 

TRIBUNSUMSEL.COM - Para teroris di Papua yang merongrong kedaulatan NKRI mulai panik.

Satu persatu anggota teroris KKB di Papua dibunuh oleh Kopassus.

Kini para teroris mulai lari terbirit-birit.

Pengamat terorisme dan intelijen Stanislaus Riyanta menyebut penanganan konflik dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua perlu hati-hati.

Pasalnya, menurut Direktur Eksekutif Pusat Studi Politik dan Kebijakan Strategis Indonesia (Polkasi) ini, kelompok tersebut kerap menggunakan masyarakat sebagai tameng dan korban.

"Memang penanganan di Papua harus hati-hati karena KKB ini kelompok yang seringkali menggunakan masyarakat sebagai tameng dan korban," jelas Riyanta saat dihubungi Kompas.com, Jumat (14/5/2021).

Maka Riyanta meminta keterlibatan TNI dalam mengatasi konflik dengan KKB tidak terbatas hanya pada pendekatan keamanan saja.

Lebih jauh, TNI dan pasukan gabungan harus bisa menyelesaikan konflik di Papua dengan merebut hati masyarakat.

"Operasi pasukan keamanan bukan hanya semata dengan operasi serangan bersenjata, tetapi juga pendekatan-pendekatan untuk merebut hati masyarakat," jelasnya.

Sebab Riyanta menilai bahwa aksi kekerasan tidak akan selesai dengan kekerasan. Ia mengatakan perlu adanya pendekatan yang lebih humanis untuk menyelesaikan konflik dengan KKB.

"Kekerasan tidak akan selesai dengan kekerasan. Sebaiknya negara terhadap masyarakat tetap menggunakan cara-cara dialog, pendekatan kemanusiaan, dan pendekatan lunak lainnya seperti ekonomi, pendidikan dan budaya," papar Riyanta

Sebagai informasi konflik bersenjata dengan KKB Papua terus terjadi.

Terbaru kontak senjata terjadi pada Rabu (13/5/2021) di Kampung Wuloni, Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua. Pangdam XVII/Cenderawasih Mayor Jenderal (Mayjen) TNI Ignatius Yogo Triyono menyebut 2 anggota KKB tewas dalam kontak senjata itu.

Ia juga mengatakan bahwa kontak senjata terjadi antara KKB dengan pasukan gabungan TNI yang berisi Komando Pasukan Khusus (Kopassus), Komando Strategis Angkatan Darat (Kostrad) dan Batalion Infanteri (Yonif) 500/R telah melumpuhkan 2 anggota KKB.

Artikel ini telah tayang di Kompas

Editor: Siemen Martin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved