Breaking News:

Berita Palembang

Cerita Rohani, 35 Tahun Jualan Bunga Tabur di TPU Kandang Kawat, Sekolahkan 7 Anak

Berdagang bunga tabur di TPU Kandang Kawat Palembang ditekuni Rohani (56) warga Jalan Mayor Laut Wiratno Kelurahan Sungai Buah puluhan Tahun lalu.

Penulis: Shinta Dwi Anggraini
Editor: Yohanes Tri Nugroho
TRIBUNSUMSEL.COM/SHINTA
Rohani (56) pedagang bunga tabur di TPU Kandang Kawat Palembang 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG -Menjadi pedagang bunga tabur di TPU Kandang Kawat sudah 35 tahun ditekuni Rohani (56) warga Jalan Mayor Laut Wiratno Kelurahan Sungai Buah Kecamatan Ilir Timur II Palembang. 

Seperti biasa di momen lebaran, Rohani dan pedagang bunga tabur lainnya berharap bisa mendapat cuan lebih dari banyaknya para peziarah yang datang. 

Namun apalah daya, harapan itu justru terbantahkan dengan omzet yang tak sesuai dengan keinginan. 

"Tahun ini sepi, beda sama tahun kemarin," ujar Rohani seraya menata plastik putih berisi bunga tabur dagangannya, Jumat (14/5/2021). 

Rohani tampak cekatan memilih bunga tabur untuk kemudian disama ratakan beratnya dan dimasukan ke dalam plastik putih. 

Baca juga: Ditinggal Mudik, Rumah 2 Lantai di Jakabaring Dikuras Maling, Terali Besi Jebol

Ada juga bunga tabur yang disusun memanjang di atas sebuah daun pandan. 

Soal harga, Rohani dan pedagang lainnya di TPU Kandang Kawat hanya mematok kisaran Rp.10 ribu untuk tiga kantong plastik berisi bunga tabur. 

Terkadang bila ada yang menawar, mereka tak segan memberi bonus satu plastik lagi ke pembeli. 

"Harganya 3 kantong Rp.10 ribu. Tapi kalo ada yang nawar, biasanya Rp.10 ribu itu kami kasih 4 kantong bunga. Untuk yang pandan juga sama saja, seperti itu juga. Bedanya pandan dijual satuan, tidak pakai plastik," jelasnya dengan ramah. 

Sama seperti pedagang pada umumnya, di masa pandemi ini para penjual bunga tabur di pemakaman turut merasakan imbasnya. 

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved