Breaking News:

Cerita Warga Malaysia yang Rayakan Idul Fitri Saat Negaranya Lockdown, Tidak Ada Mood Memasak

Cerita Warga Malaysia yang Rayakan Idul Fitri Saat Negaranya Lockdown, Tidak Ada Mood Memasak

(TRIBUN BATAM/Argianto DA Nugroho)
Ilustrasi: Ratusan Pekerja Migran Indonesia asal Malaysia tiba di Pelabuhan Internasional Batam Center, Senin (3/5). PMI asal Malaysia ini sementara akan menjalani karantina di Rusun Pemerintah Kota Batam sebelum dipulangkan kedaerah asal setelah dinyatakan bebas dari Covid-19. 

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNSUMSEL.COM, PUTRAJAYA - Pandemi Covid-19 yang masih terjadi di dunia membuat sebagian negara harus melakukan lockdown.

Hal itupun dilakukan oleh negara Malaysia.

Sebagian warga muslim Malaysia tampaknya harus merayakan Hari Raya Idul Fitri tanpa kebersamaan dengan keluarga, karena pemerintahnya baru saja memberlakukan sistem penguncian (lockdown) secara nasional.

Seorang Pengacara bernama Vivi Fazrenna Zaidun (26) mengaku tidak dapat kembali ke kampung halamannya di Sabah karena kebijakan yang diterapkan pemerintah mulai 12 Mei hingga awal Juni 2021 untuk mencegah penyebaran lebih luas pandemi virus corona (Covid-19).

Ini berarti dirinya akan menghabiskan Hari Raya 'sendirian' di Kuala Lumpur.

"Sebelum tahun 2020, saya tidak pernah melewatkan satu kali pun Hari Raya bersama keluarga, ini hari yang paling spesial buat saya. Kami biasanya memasak hidangan Hari Raya bersama-sama, seperti bakar lemang (nasi ketan dalam bambu panggang) dan mendekorasi rumah," kata Vivi.

Baca juga: 75 Pegawai KPK yang Dinonaktifkan Diduga Haris Azhar Punya Masalah Pribadi dengan Firli Bahuri

Baca juga: Malam Takbiran Polsek Tanjung Batu Gelar Operasi Yustisi dan Antisipasi Kerumunan

Dikutip dari laman Channel News Asia, Rabu (12/5/2021), menghabiskan momen Lebaran seorang diri di Kuala Lumpu, ia pun merasa 'malas' memasak hidangan apapun karena tidak bisa berbagi dengan siapapun.

"Tapi sekarang saya akan menghabiskan perayaan ini sendirian, tidak ada gunanya memasak sesuatu yang istimewa karena itu hanya akan membuang-buang makanan," jelas Vivi.

Sama seperti tahun lalu, Vivi memutuskan untuk mengenakan baju kurung warna senada dengan keluarganya di kampung halamannya di Sabah, dan berpose untuk berfoto saat melakukan video call.

Halaman
12
Editor: Slamet Teguh
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved