Breaking News:

Berita Palembang

Perempuan Indonesia Maju Sumsel Prakarsai Kegiatan Gerakan Cepat, Tekan Penyebaran Covid 19

kegiatan gerak cepat tekan penyebaran covid- 19 dengan sasaran 38 Pasar Tradisional dan 14 pusat pusat perbelanjaan.

TRIBUN SUMSEL/ARIE BASUKI
Perempuan Indonesia Maju Sumsel memprakarsai kegiatan Gerakan Cepat, Tekan Penyebaran Covid 19 di Kota Palembang. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Pasar tradisional dianggap sebagai kluster terbesar yang berpotensi menyebarkan covid-19. Apalagi sejak H-7 sebelum lebaran dan masyarakat pada umumnya lalai dalam melaksanakan prokes (protokol kesehatan) disebabkan euphoria belanja menjelang lebaran.

Palembang sendiri mempunyai 38 Pasar Tradisional dan 14 Mall/pusat perbelanjaan yang rentan terhadap penyebaran virus covid 19.

Sebagai upaya untuk menekan penyebaran covid 19 pasca lebaran di Kota Palembang, Perempuan Indonesia Maju Sumsel bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kota Palembang dan didukung oleh DPD Yayasan GANN Sumsel dan MPC Pemuda Pancasila Kota Palembang melakukan aksi nyata berupa sosialisasi pelaksanaan prokes (protokol kesehatan) dan pembagian masker terhadap pedagang, tenant dan pengunjung pasar tradisional.

"Pasar tradisional dan pusat perbelanjaan, memiliki aktivitas usaha dengan ketergantungan interaksi fisik penjual dengan pembeli dan masyarakat luas/publik yang tinggi, sehingga rentan terhadap penularan virus covid 19. Maka dari itu perlu sosialisasi dan antisipasi awal dari semua pihak," kata Ketua Perempuan Indonesia Maju, Budi Sulistiyani, Selasa (11/5/2021).

Yeyen sapaan akrab Budi Sulistiyani, dengan adanya kegiatan gerak cepat tekan penyebaran covid- 19 yang dilaksanakan selama 5 hari sejak tanggal 8 Mei -12 Mei 2021 dengan sasaran 38 Pasar Tradisional dan 14 Pusat Perbelanjaan, bisa menekankan angka penularan yang ada.

"Kegiatan ini dimaksudkan untuk menekan lonjakan terjadinya kasus penyebaran virus covid 19 pasca lebaran nanti, akibat ketidakdisiplinan pedagang, tenant, pengunjung dan pembeli baik di pasar tradisional maupun pusat perbelanjaan modern," ucapnya.

Ditambahkan Yeyen, pelaksanaan sosialisasi tersebut setiap hari terbagi dalam 2 tim, Tim 1 diketuai Lince (Dinkes Kota Palembang) dengan sasaran sosialisasi pusat perbelanjaan modern.

Sedangkan Ketua Tim 2 dipimpim Riela Ausieano (Ketua Bidang Perekonomian dan Pengembangan Usaha MPC Pemuda Pancasila Kota Palembang) memimpin tim sosialisasi ke Pasar pasar tradisional.

"Yang jelas, kegiatan ini juga dikoordinasikan dengan babinsa dan babinkamtibmas setempat," tukas Yeyen.

Dilanjutkannya, sebagai pihak pengelola pasar Gedung 16 Ilir Palembang PT Gandha Tata Prima (GTP), pihaknya sudah menerapkan prokes yang ketat di area gedung bagi pedagang dan pengunjung dengan melibatkan unsur dari personel TNI/Polri.

Halaman
12
Penulis: Arief Basuki Rohekan
Editor: Vanda Rosetiati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved