Breaking News:

Pemudik Nekat Bakal Dicegat di Ogan Ilir, Ratusan Personel TNI-Polri Berjaga

Menindaklanjuti Surat Edaran (SE) Satgas Penanganan Covid-19 Nomor 13 Tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik pada bulan Ramadan

AGUNG DWIPAYANAN
Apel gelar pasukan Operasi Ketupat Musi 2021 di Mapolres Ogan Ilir, Indralaya, Rabu (5/5/2021). 

TRIBUNSUMSEL.COM, INDRALAYA - Menindaklanjuti Surat Edaran (SE) Satgas Penanganan Covid-19 Nomor 13 Tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik pada bulan Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah mulai 6 sampai 17 Mei mendatang, tim gabungan disiapkan untuk berjaga di posko penyekatan wilayah Kabupaten Ogan Ilir.

Tim gabungan ini terdiri dari TNI, Polri, Dishub dan Satpol total sebanyak 220 orang.

Mereka akan berjaga di empat posko penyekatan yang didirikan di empat titik, tiga diantaranya di daerah perbatasan dengan Ogan Ilir.

"Hari ini kami memastikan kesiapan tim gabungan yang akan ditempatkan di empat posko penyekatan arus mudik," kata Kapolres Ogan Ilir, AKBP Yusantiyo Sandhy usai gelar apel Operasi Ketupat Musi 2021 di Mapolres Ogan Ilir, Rabu (5/5/2021).

Adapun keempat posko penyekatan, diantaranya didirikan di wilayah Lorok, Indralaya Utara dan Tanjung Raja.

Dua posko lainnya didirikan di exit Tol Palembang-Indralaya (Palindra) di Indralaya dan exit Kayuagung-Palembang di Pemulutan.

"Sesuai instruksi dari Menteri Dalam Negeri melalui Pemprov Sumatera Selatan, mudik tahun ini ditiadakan, termasuk mudik lokal," kata Yusantiyo.

Oleh karenanya, jika masih ada warga yang nekat mudik, tim gabungan akan memaksa untuk putar balik.

"Pemudik yang akan melewati posko penyekatan akan diarahkan untuk putar balik," tegas Yusantiyo.

Pria yang pernah menjabat Kasat Lantas Polrestabes Palembang ini menjelaskan, petugas gabungan akan berjaga 24 jam dengan sistem shift.

Sehingga selama 12 hari larangan mudik, petugas memastikan tidak akan ada pemudik yang lolos.

"Seperti kita tahu, pemberlakuan larangan mudik mulai tanggal 6 hingga 17 mendatang. Mohon bersabar untuk tidak mudik dulu demi mencegah penyebaran virus Corona," kata Yusantiyo.

Pada kesempatan sama, Bupati Ogan Ilir, Panca Wijaya Akbar mengimbau masyarakat untuk tidak mudik.

Selain imbauan, Panca juga mengemukakan akan menerapkan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) jika memang dibutuhkan.

"PPKM skala mikro ini akan diberlakukan melihat situasi pandemi. Kami juga mengeluarkan surat edaran untuk beberapa daerah desa kelurahan agar menggelar salat Ied di rumah," terang Panca.

Penulis: Agung Dwipayana
Editor: Prawira Maulana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved