Breaking News:

Berita Palembang

Tak Gelar Aksi Turun ke Jalan, Begini Cara Buruh di Palembang Peringati May Day

Bantuan kepada 11 panti asuhan ini, sebagai wujud nyata anggota dan rekan SBSI kepada sesama khususnya yang mengalami kesulitan karena terdampak Covid

TRIBUN SUMSEL/M ARDIANSYAH
Ketua KSBSI Sumsel, Ali Hanafiah didampingi Ketua NIKEUBA Palembang Hermansyah ketika memberikan santunan kepada anggota yang di PHK, Selasa (4/5/2021). 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Dalam rangka memperingati hari Buruh Sedunia atau Mau Day yang jatuh tanggal 1 Mei kemarin,
Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) Sumsel dan Federasi Serikat Buruh Niaga, Informatika, Keuangan, Perbankan dan Aneka industri (FSB NIKEUBA) Kota Palembang memilih untuk menggelar bakti sosial.

Kedua organisasi buruh ini, membantu anggota yang terkena PHK dan memberikan santunan untuk anak yatim piatu. Hal ini, dilakukan karena di tengah masa sulit saat pandemi dan meniadakannya aksi.

Ketua KSBSI Sumsel, Ali Hanafiah didampingi Ketua NIKEUBA Palembang Hermansyah menuturkan, kegiatan bakti sosial yang dilakukan ini dengan memberikan bantuan kepada 11 panti asuhan di Palembang.

"Ada juga pembagian takjil dan 500 paket sembako serta 2.000 masker. Kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati Hari Buruh Internasional," kata Hermansyah saat ditemui di Sekretariat yang berada di Jalan Sersan Sani, Palembang, Selasa (4/5/2021).

Bantuan kepada 11 panti asuhan ini, sebagai wujud nyata anggota dan rekan SBSI kepada sesama khususnya yang mengalami kesulitan karena terdampak Covid-19.

Meski tidak dapat menggelar aksi dengan turun ke jalan, menurut Hermansyah mereka tetap menuntut mengenai Omnibus Law, upah sektoral, penegakan hukum UU Ketenagakerjaan, kebebasan berserikat bagi pengawas ketenagakerjaan kepada pemerintah.

“Itu tetap menjadi perjuangan utama buruh atau SBSI di Sumsel khususnya Palembang. Kami tetap ingin berbagi, tetapi tetap terus memperjuangkan hak buruh,” pungkasnya.

Baca juga: 8 Desa Kelurahan di Ogan Ilir Salat Ied di Rumah, 233 Desa Lain Pembatasan Kapasitas

Baca juga: Mudik Lokal di Sumsel Dilarang, Ini Tanggapan dari Ahli Mikrobiologi Profesor Yuwono

Ikuti Kami di Google Klik

Penulis: M. Ardiansyah
Editor: Vanda Rosetiati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved