Breaking News:

Larangan Mudik

Hampir 3.000 Personil Dikerahkan di 65 Pos Pencegatan, Halau Warga yang Nekat Mudik

Menjelang pemberlakuan larangan mudik tanggal 6 hingga 17 Mei mendatang, Ditlantas sudah menyiapkan hampir 3.000

TRIBUNSUMSEL.COM/ARDIANSYAH
Dirlantas Polda Sumsel, Kombes Pol CF Hotman Sirait 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Menjelang pemberlakuan larangan mudik tanggal 6 hingga 17 Mei mendatang, Ditlantas sudah menyiapkan hampir 3.000 personil yang dikerahkan dan 65 pos untuk mengantisipasi pemudik yang nekat.

Dirlantas Polda Sumsel Kombes Pol CF Hotman Sirait menjelaskan, 
total pos yang didirikan di sejumlah perbatasan wilayah di Sumsel dan juga wilayah Sumsel sebanyak 65 Pos yang terdiri dari Pos pengamanan sebanyak 42 pos pengamanan,13 pos pelayanan dan 10 pos penyekatan. 

Dari 65 pos yang didirikan, akan dikerahkan personil gabungan yang akan 24 jam berjaga di pos pengamanan, pos pelayanan dan juga pos sekat. Anggota Polri yang diterjunkan sendiri sebanyak 2.100 personil yang mana total secara keseluruhan tim gabungan yang diterjunkan hampir 3.000 personil.

"Personil inilah yang nantinya akan melakukan penyekatan terhadap para kendaraan dan pemudik yang akan masuk ke wilayah Sumsel atau antar kota kabupaten. Antisipasi pasti kami lakukan, terutama pemudik yang masih nekat," ujar Hotman, Selasa (4/5/2021).

Kalau masih ada pemudik yang membandel dan tetap berupaya untuk melanjutkan perjalanan, tindak tegas mulai dari diminta memutar balikan arah perjalanan, penilangan sampai dengan pengandangan kendaraan.

Tindakan tegas ini, diberlakukan di seluruh perbatasan wilayah baik itu antar provinsi di Sumsel dan juga antar kabupaten kota. Tindakan yang dilakukan ini, bukan tidak mempunyai alasan.

Selain berdasarkan instruksi tegas pemerintah pusat mengenai larangan mudik, juga sebagai langkah untuk mencegah penyebaran Covid19 yang saat ini masih terus menjadi.

"Kami berharap dan menghimbau, tahan dahulu untuk mudik. Ini demi kebaikan bersama, jangan sampai kita yang mudik malah membawa penyakit dan virus ke kampung halaman," himbau Hotman.

Penulis: M. Ardiansyah
Editor: Prawira Maulana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved