Breaking News:

Berita PALI

Begal Guru SD di PALI Tak Menyerah Meski Dikepung, Peluru Bersarang di Kaki

Pelaku begal sadir terhadap guru SD di Kabupaten PALI diringkus Tim Kelambit, Unit Pidum Polres PALI. Ia ditembak karena melawan saat ditangkap.

Istimewa
Tim Kelambit Unit Pidum Polres PALI mengamankan Begal Sadis bersenpi yang melakukan aksinya terhadap guru SD di Kabupaten PALI. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALI - Begal bersenjata api (senpi), Memo (21) warga Dusun Talang Nangka, Desa Mangku Negara, Kecamatan Penukal Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) akhirnya berhasil diringkus Tim Kelambit, Unit Pidum Polres PALI dengan dua butir timah panas bersarang di kakinya.

Penangkapan yang berlangsung, Kamis (28/4/2021) sekitar pukul 23.00 WIB, saat petugas mengetahui keberadaanya yang sedang dirumahnya, langsung bergerak cepat melakukan pengerebekan agar pelaku tidak kembali kabur.

Namun demikian, meski petugas sudah mengepung rumahnya, ternyata pelaku ini masih saja mencoba melakukan perlawanan untuk melarikan diri.

Baca juga: Tak Segan Bunuh Korban Hingga Curi Motor Polisi, 2 Begal Sadis di PALI Ditembak

Tersudut oleh petugas yang bersenjata lengkap, Memo ternyata tidak mau menyerah.

 Ia tetap melakukan perlawanan, sehingga petugas melumpuhkanya dengan dua butir timah panas bersarang di betis kananya.

Kapolres PALI AKBP Rizal Agus Triyadi SIK, melalui Kasat Reskrim AKP Alfredo Hidayat Duaji didampingi, Kanit Pidum IPDA M Fachrie Persada STrK mengatakan, bahwa pelaku merupakan komplotan begal sadis bersenjata api dan cukup meresahkan masyarakat.

"Kejadiannya 2018 lalu, Korbanya Ernawati dan Jurni seorang guru SD yang hendak pergi ke UPTD. Dan langsung ditodongkan moncong senpi saat sedang mengendarai sepeda motor, karena takut korban menyerahkan motornya saat itu," ujarnya, Selasa (4/5/2021).

Dijelaskanya, bahwa ada dua pelaku lainya yang telah berhasil diringkus yaitu, Ahmad Sanjaya, warga Desa Mengku Negara dan Denis Andespa warga Desa Sungai Langan.

Baca juga: HUT Kabupaten PALI, Herman Deru Hadiahi Jalan Penghubung dan Rumah Sakit Pratama

Dan keduanya sudah dijatuhi hukuman penjara.

"Tersangka dikenakan Pasal 365 KUHP dengan ancaman 15 tahun penjara. Dalam menjalankan aksinya, pelaku menggunakan senpi rakitan bersama dua pelaku lain yang sudah lebih dahulu ditangkap dan sedang menjalani hukuman" tambahnya.

Sementara, pelaku Memo mengatakan, bahwa dirinya sempat melarikan diri ke dalam hutan dan berpindah-pindah untuk menghindari kejaran petugas.

 "Pindah-pindah terus pak, karena takut ditangkap. Saya menyesal dan tidak lagi melakukan aksi setelah itu," ungkapnya (SP/REIGAN)

Editor: Yohanes Tri Nugroho
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved