Breaking News:

Berita Palembang

Ingatkan Eksekutif Ambil Langkah Tegas Tangani Covid-19, HD Singgung Pasar Soak Bato

Anggota DPRD Sumsel,Nadia Basjir yang meminta pemprov untuk melakukan penanganan yang lebih serius terhadap penyebaran Covid-19.

TRIBUNSUMSEL.COM/ARIEF
Anggota DPRD Sumsel dari Fraksi Partai Golkar (FPG), Nadia Basjir, yang meminta agar instansi terkait untuk melakukan penanganan yang lebih serius terhadap penyebaran pandemi Covid-19. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Provinsi Sumsel utamanya Kota Palembang saat ini menjadi daerah dengan angka terpapar Covid-19 tertinggi di Indonesia.

Ini menuai keprihatinan dan empati sejumlah elemen masyarakat.

Salah satunya datang dari anggota DPRD Sumsel dari Fraksi Partai Golkar (FPG), Nadia Basjir, yang meminta agar instansi terkait untuk melakukan penanganan yang lebih serius terhadap penyebaran pandemi Covid-19. 

"Ini menandakan terjadinya penurunan tingkat kedisiplinan masyarakat terhadap protokol kesehatan," kata Nadia saat melakukan interupsi saat rapat paripurna DPRD Sumsel, Senin (3/5/2021). 

Disampaikannnya, kurangnya kesadaran masyarakat untuk melaksanakan prokes seperti mengenakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak dapat dilihat di tempat-tempat keramaian.

Baca juga: Breaking News: Walikota Harnojoyo Putuskan Salat Ied Idul Fitri Ditiandakan, Palembang Zona Merah

Seperti di pasar-pasar tradisional yang sebagian besar pedagangnya justru terkadang tidak mengenakan masker. 

"Selaku ibu-ibu saya sering berbelanja ke pasar, saya menyaksikan sendiri banyak yang tak mengenakan masker. Bahkan, banyak dari pedagang yang justru terkesan menantang dengan menyebut tidak takut dengan Corona," keluh wakil rakyat dapil Banyuasin ini. 

Untuk itu, dirinya mengingatkan eksekutif dan seluruh pejabat publik di Sumsel untuk aware dengan kondisi ini. Terlebih, dalam waktu yang tak lama lagi kita sudah akan memasuki Idul Fitri. 

"Antisipasinya memang sudah ada larangan mudik untuk keluar provinsi. Tapi untuk mudik di antar kota dalam provinsi tetap saja terjadi jangan sampai apabila dibiarkan akan memunculkan kluster baru penyebaran Covid-19," pungkas Nadia yang juga selaku Bendahara partai Golkar Sumsel ini, yang juga menanyakan data yang dimiliki Pemprov saat ini.

Menyikapi hal tersebut Gubernur Sumsel Herman Deru mengakui jika tingkat kedisiplinan masyarakat Sumsel khususnya Palembang mulai kendor.

"Ini lagi dikaji, pakah ini faktor jenuh atau harus ditegakkan kembali aturan tegas sebelumnya," tandas Herman Deru.

Baca juga: Kemenag Langsung Surati Seluruh Masjid di Kota Palembang, Salat Ied Ditidakan Idul Fitri Tahun Ini

Ia pun menerangkan jika secara realtime mengenai kasus Covid-19 di Indonesia, provinsi Sumsel saat ini berada di peringkat 17, sedangkan waktu Presiden RI Jokowi menyebutkan provinsi, memang Sumsel daerah yang disebut pertama, bukan kasus paling tinggi.

"Wong Palembang itukan teka bantah, tapi memang kondisi sulit dikontrol. Padahal kita sudah siapkan tempat cuci tangan dan hand sanitezer seperti di pasar Soak Bato Palembang, tidak habis- habis, kan aneh.

Coba sekali- sekali Nadia kesana dan minta direwangi Fatra nanti (ketua fraksi yang notabanenya mantu Alex Noerdin) yang rumahnya dekat Pasar itu," pungkas Herman Deru.

Penulis: Arief Basuki Rohekan
Editor: Yohanes Tri Nugroho
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved