Sumsel Lampu Kuning Covid-19, Tito : PPKM Tidak Optimal, Semua Kegiatan Berjalan Auto Pilot

Tingkat kesembuhan misalnya, Sumsel hanya mencatatkan tingkat kesembuhan sekitar 87,7 persen, lebih rendah dibanding angka nasional sekitar 91,3 perse

Editor: Wawan Perdana
SRIPOKU/RAHMALIAH
Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian menilai penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Sumsel tak berjalan baik. 

Ini terjadi, dikatakan Tito, karena adanya peningkatan mobilitas masyarakat menjelang lebaran.

Total Sumsel mempunyai 20 RS, namun hanya 11 RS saja yang memberikan penanganan pasien Covid-19.

"Tolong penanganan Covid-19 ini bukan seperti lari jarak pendek, kita belum tahu kapan ini bisa selesai," katanya

Ia pun mengingatkan, agar Rumah sakit nambah kapasitas untuk pasien Covid-19, seperti dari hasil pantauannya di RSUD Bari Palembang, disini hanya tersisa 50 persen sedangkan ICU penuh.

"Kalaupun penuh untung Sumsel punya Wisma Atlet yang bisa kembali digunakan sebagai tempat perawatan pasien Covid-19 seperti sebelumnya," katanya.

Sementara, PLT Kadinkes Kota Palembang dr Fauziah mengatakan, rawat inap saat ini 65 persen, namun dari jumlah tersebut 50 persen yang terisi ada yang merupakan pasien rujukan Covid-19 dari Kabupaten/Kota di luar Kota Palembang.

Disebutkan Fauziah, pada awal Maret kemarin jumlah rawat inap menurun sehingga beberapa rumah sakit pada akhir April lalu terjadi pengurangan ruangan isolasi di RS sebesar 25 persen dari 1.000 lebih hanya 780 kamar.

"Tetapi untuk antisipasi ketika ada peningkatan kamar isolasi bisa ditambah. Namun, penekanan bukan kepada ketersediaan kamar isolasi tapi bagaimana penyebaran Covid-19 ini bisa dicegah agar tidak terjadi penambahan kasus Covid-19 kembali," tutupnya.

Sebagian artikel telah tayang di kompas.id

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved