Breaking News:

Berita Ogan Ilir

Jembatan Sungai Rambutan OI Ambruk, Akses Warga dan Hasil Perkebunan Lewat Jembatan Darurat

Sudah satu minggu jembatan penghubung di Desa Sungai Rambutan, Kecamatan Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir, patah dan ambruk.

TRIBUNSUMSEL.COM/AGUNG
Sebuah kendaraan roda tiga muatan sawit melewati jembatan darurat dengan latar belakang jembatan ambruk di Desa Sungai Rambutan, Indralaya Utara, Ogan Ilir. 

TRIBUNSUMSEL.COM, INDRALAYA - Sudah satu minggu jembatan penghubung di Desa Sungai Rambutan, Kecamatan Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir, patah dan ambruk.

Jembatan sepanjang 25 meter dan lebar 4 meter yang menghubungkan antardusun di Desa Sungai Rambutan itu ambruk akibat dilintasi truk muatan alat berat pada Sabtu (24/4/2021) lalu pukul 01.00.

Akibatnya, akses antardusun di Desa Sungai Rambutan menjadi terputus.

Satu minggu setelah jembatan ambruk, truk yang terperangkap di jembatan berhasil dievakuasi.

"Kemarin truk ini berhasil dievakusi," kata Soljujani, warga Desa Sungai Rambutan ditemui di lokasi jembatan ambruk, Minggu (2/4/2021).

Sementara jembatan belum diperbaiki dan masih penanggung jawab dari pihak perkebunan yang mendatangkan alat berat.

Namun pihak penanggung jawab tersebut telah membuat sebuah jembatan darurat terbuat dari kayu sepanjang 20 meter dan lebar 3,5 meter.

Baca juga: Kepala BPKAD OI Sakit, Pencairan Honor Penyapu Jalan hingga Gaji Perangkat Desa Terhambat

Jembatan tersebut dibuat mengapung di atas tumpukan drum.

"Untuk sementara lewat jembatan darurat ini dulu," kata Soljujani.

Menurutnya, selain untuk mobilitas warga, jembatan darurat ini digunakan untuk akses pengangkut 20 ton kelapa sawit perhari.

Halaman
12
Penulis: Agung Dwipayana
Editor: Yohanes Tri Nugroho
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved