Breaking News:

Berita Lubuklinggau

H-4 Larangan Mudik Arus, Lalulintas Perbatasan Lubuklinggau-Bengkulu Normal

H-4 Pemberlakuan Larangan Mudik arus lalu lintas diperbatasan Kota Lubuklinggau dengan Provinsi Bengkulu masih terpantau normal.

TRIBUNSUMSEL.COM/EKO
Jalur perbatasan Kota Lubuklinggau dengan Provinsi Bengkulu masih normal, Minggu (02/5/2021). 

Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Eko Hepronis

TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU -Empat hari menjelang diberlakukan pelarangan mudik Lebaran Idul Fitri 2021 arus lalu lintas diperbatasan Kota Lubuklinggau dengan Provinsi Bengkulu masih terpantau normal.

Pantauan Tribunsumsel.com di Tugu Perbatasan Lubuklinggau Kabupaten Rejang Lebong kendaraan dengan plat nomor polisi Provinsi Sumsel dan Bengkulu masih masih mendominasi melintas di jalur diperbatasan.

Belum terlihat peningkatan kendaraan melintas dengan plat nomor polisi dari luar, saat ini arus lalulintas di Kota Lubuklinggau menuju Bengkulu masih terpantau lancar.

Kondisi serupa juga terjadi menuju provinsi Jambi, kendaraan yang melintas menuju Kabupaten Musi Rawas Utara yang terlihat cukup ramai, namun masih di dominasi plat kendaraan lokal.

Baca juga: Menantu Pukul Kepala Mertua di Lubuklinggau, Kesal Istrinya Dilarang Pindah Rumah Oleh Mertua

Heri karyawan Loket Siliwangi Antar Nusa (SAN) mengungkapkan sampai sejauh ini kondisi penumpang baik tujuan pulau Jawa mau provinsi Riau belum ada lonjakan.

"Untuk penumpang masih normal, paling banyak 6 orang perhari, bila digabung dari Bengkulu Rejang Lebong paling banyak 15 orang tujuan pulau Jawa," ungkapnya pada wartawan, Minggu (2/4/2021).

Ia menuturkan tidak adanya lonjakan penumpang diduga disebabkan karena adanya larangan mudik dari pemerintah sehingga banyak masyarakat memilih tidak pulang kampung.

"Padahal hari ini terakhir untuk tujuan Solo, Jogja dan untuk tujuan Jakarta dan Bandung tanggal 4 Mei mendatang, sementara dari pulau Jawa ke pekan Baru melintas di Lubuklinggau tanggal 5 Mei mendatang," ujarnya.

Menurutnya, akibat larangan mudik ini untuk omzet pendapatan loket menurun drastis, karena saat ini pihak loket masih menerapkan tarif ongkos normal Rp 500 ribu sampai Solo Jogja, lalu Jakarta Rp 450 ribu dan Bandung Rp 500 ribu.

Halaman
12
Penulis: Eko Hepronis
Editor: Yohanes Tri Nugroho
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved