Breaking News:

Berita Lubuklinggau

Update Dugaan Korupsi Hibah KTNA Musi Rawas, Masuk Tahap Penyidikan, Hitung Kerugian Negara

Untuk kasus KTNA Mura sekarang tahap penyidikan dan sedang tahap audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKBP)

TRIBUN SUMSEL/EKO HEPRONIS
Juru Bicara Kejaksaan Negeri (Kejari) Lubuklinggau, Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Kejari Lubuklinggau, Aantomo. 

TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU - Kasus dugaan tindak pidana Korupsi dana Hibah KTNA tahun anggaran 2020 Kabupaten Musi Rawas (Mura) yang diduga fiktif di Kejaksaan Negeri Lubuklinggau terus bergulir.

Juru Bicara Kejaksaan Negeri (Kajari) Lubuklinggau, Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel), Aantomo didampingi Kepala Seksi Pidana Khusus (Pidsus) Yuriza Antoni, menjelaskan kasus dana Hibah KTNA Mura yang diduga fiktif tersebut masih tahap Penyidikan (DIK).

"Untuk kasus KTNA Mura sekarang tahap penyidikan dan sedang tahap audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKBP),” ujar Aan pada wartawan, Jumat (30/4/2021).

Aan mengungkapkan, untuk masalah penetapan tersangka saat ini pihaknya menunggu hasil audit dari BPKP apakah hasil penghitungan dinyatakan ada penyimpangan atau tidak.

Kasus ini mencuat dan dilakukan pemeriksaan karena menyangkut anggaran hibah KTNA Mura senilai Rp 1, 075 Miliar yang diperuntukan untuk kegiatan Pekan Nasional (PENAS) 2020 di Sumatera Barat (Sumbar).

Namun kegiatan tersebut batal digelar lantaran adanya Pandemi Covid-19, sementara uang hibah tesebut belum dikembalikan ke kas negara hingga saat ini.

Baca juga: Sebelum Tewas Kecelakaan di Tol Kayuagung-Palembang, Almarhum Dedi Sempat Bicara Kematian

Dalam perkara ini Ketua Kontak Tani dan Nelayan (KTNA) Kabupaten Mura Catur Handoko telah diperiksa penyidik untuk dimintai keterangan.

Pemeriksaan terhadap Catur Handoko tersebut merupakan pemeriksaan untuk ke dua kalinya, sebagai saksi.

Saat itu pemeriksaan cukup menyita perhatian, pasalnya Ketua KTNA Mura itu mendatangi Kejari Lubuklinggau sambil membawa tabung oksigen.

"Sejauh ini kita telah memanggil pihak dinas terkait, kemudian Ketua KTNA atas Catur Handoko dan beberapa anggotanya, masalah dugaannya berapa kerugian negara? sekarang sedang dihitung BPKP kita tunggu saja," ungkapnya.

Ikuti Kami di Google Klik

Penulis: Eko Hepronis
Editor: Vanda Rosetiati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved