Breaking News:

Kiprah Lindawati Marpaung Menjaga Menjaga Listrik di Ogan Ilir

Menjadi bagian dari perusahaan maskulin seperti PLN menjadi tantangan sekaligus kebanggaan bagi Lindawati Marpaung

ISTIMEWA
Lindawati Marpaung 

TRIBUNSUMSEL.COM - Menjadi bagian dari perusahaan maskulin seperti PLN menjadi tantangan sekaligus kebanggaan bagi Lindawati Marpaung, wanita tangguh kelahiran 16 September 1969. Bergabung sebagai pegawai PLN sejak tahun 1994 memberikan banyak sekali asam garam dalam perjalanan karir Linda hingga saat ini.

Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan Ogan Ilir (UP3 OGI) menjadi wilayah kerja yang digenggamnya saat ini.  Tantangan demi tantangan dihadapi untuk menjaga listrik di Ogan Ilir tetap menyala. Hal itu tentu memerlukan perjuangan dan ketangkasan. Kemampuan komunikasi yang baik sangat diperlukan untuk memberikan pengertian kepada masyarakat dan pelanggan tentang pentingnya kepedulian dalam menjaga asset kelistrikan agar listrik tetap andal dan dapat dinikmati oleh masyarakat. 

Care for Asset (CFA) adalah program yang rutin dilaksanakan oleh Linda serta anggota PLN UP3 OGI. Program ini melibatkan manajemen dalam peninjauan langsung ke lapangan untuk melihat kondisi keamanan asset PLN seperti jaringan, gardu hubung, dan lain-lain serta memastikan apakah asset tersebut layak untuk dioperasikan.

Jika terdapat kondisi-kondisi yang tidak sesuai, misalnya pohon-pohon tinggi yang mengganggu jaringan, maka akan dilakukan pemotretan ketidak sesuaian untuk kemudian didata pada aplikasi terintegrasi milik internal PLN agar dapat segera ditindaklanjuti. Dalam penanganan kasus seperti Right of Way (ROW) alias “tebang pohon”, diperlukan kemampuan komunikasi yang baik dalam memberikan edukasi bagi masyarakat tentang betapa pentingnya pemangkasan pohon dan betapa besar akibat yang ditimbulkan terhadap keandalan listrik jika hal tersebut disepelekan.

“Banyak masyarakat yang belum tau bahwa pohon bisa menjadi akibat padam. Memang terdengar sepele, tetapi itulah faktanya. Listrik ini punya jaringan yang kompleks. Untuk itu, kami melakukan peninjauan lapangan memastikan hingga hal terkecil agar listrik selalu andal dan terus menyala.” Jelas Linda.

Pada kegiatan CFA yang dilaksanakan pertengahan April lalu, Linda memberikan edukasi secara langsung kepada masyarakat Ogan Ilir.

“Listrik ini pak, di satu sisi bisa menjadi teman kita, di sisi lain bisa menjadi lawan kita. Jika pohon-pohon tinggi yang mengganggu jaringan ini tidak dipangkas, maka tidak hanya listrik yang terganggu, bahkan bisa timbul korban jiwa” pungkas Linda.

Sebagai Kartini punggawa kelistrikan, Linda berusaha untuk selalu peduli terhadap aset kelistrikan. Bukan hanya sebagai bentuk tanggung jawab, tetapi juga karna kesadaran demi memberikan kenyamanan bagi masyarakat.
“Kalo bukan kita yang peduli, siapa lagi? Kita tidak boleh hanya sekedar tau akan dampak, tapi harus bergerak dan peduli”tutup Linda.

Editor: Prawira Maulana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved