Breaking News:

Advertorial

Klinik IVF Blastula Inisiator Klinik Bayi Tabung Pertama di Sumatra Selatan

Klinik IVF Blastula Inisiator Klinik Bayi Tabung Pertama di Sumatra Selatan

ist
Klinik IVF Blastula Inisiator Klinik Bayi Tabung Pertama di Sumatra Selatan 

TRIBUNSUMSEL.COM - Lima pasangan muda tengah menunggu layanan di klinik IVF Blastula Rumah Sakit Siloam saat M Aerul Chakra Alibasya atau yang dikenal dengan Dr Chakra memasuki ruangan klinik.

Klinik IVF Blastula merupakan klinik bayi tabung pertama di Sumatra Selatan yang menerima layanan konsultasi dan persiapan kehamilan terutama lewat program bayi tabung.

Di klinik tersebut Dr Chakra mendedikasikan dirinya sebagai Dokter kandungan konsultan Fertilitas Endokrinologi dan reproduksi, dan juga sebagai kepala IVF Blastula Siloam.

"Bagi saya membantu pasangan yang telah lama mendambakan keturunan untuk bisa mendapatkan keturunan adalah sebuah kebahagiaan tersendiri. Dimana setiap pasien merupakan bagian dari keluarga saya” ujar Chakra saat diwawancarai usai menerima salah satu pasiennya, Selasa (20/4/2021).

Tak pernah terbesit di benak Chakra dia akan menekuni profesi dokter kandungan sekaligus trainer dari laporoskopi. Usai menyelesaikan pendidikan di Sekolah Menengah Atas (SMA), dia lebih tertarik untuk masuk ke jurusan Teknik Kimia Institut Teknologi Bandung karena kecintaannya pada bidang ilmu eksak khususnya Kimia. Tetapi dengan dorongan kuat dari keluarga akhirnya Chakra tidak hanya mampu menyelesaikan perkuliahan kedokteran di Unsri tetapi juga memperdalam spesialis kandungan. Sehingga akhirnya pada tahun tahun 2012 pada Usia 32 tahun Chakra menyelesaikan pendidikan sebagai Konsultan endocrine dan infertility di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

"Saya akhirnya mengambil Fakultas Kedokteran Unsri. Sebenarnya ada pengaruh dari kakek saya yang juga dokter, sehingga walaupun beda dari keinginan ada pengaruh juga," kata dia yang juga CEO Klinik Imaya.

Sebagai salah satu dokter muda yang mempunyai keahlian dalam bidang Laporoskopi yang diakui secara Internasional, Dr. Cakra memiliki sertifikat yang tidak dimiliki oleh semua dokter sebagai minimal invasive surgery surgeon dari European Society Gynecology Endoscopy (ESGE) dan juga memiliki sertifikat sebagai master dalam minimal invasive gynecology surgery dari International Society Gynecology Endoscopy (ISGE).

Keahlian secara internasional ini dilengkapi dengan Serrtifikasi pelatihan master dalam bidang minimal invasive gynecology surgery pada MIS Academy dari prof. Arnauld wattiez (World Pioneer in gynecology laparoscopy), pelatihan embryology and Invitro fertilization pada National University Singapura dan pelatihan Invitro Fertilization di An Shien hospital Vietnam.

Selain itu, Chakra memiliki sertifikasi nasional yang terakui sebagai trainer dari laporoskopi.

Dokter yang hobi memancing ini juga merupakan anggota aktif dari Ikatan Dokter Indonesia, Ikatan Obstretri dan Ginekologi Indonesia, European Society Human Reproduction Endocrinology (ESHRE), Asia Pacific Initiative On Reproduction (ASPIRE), American Society Reproductive Medicine (ASRM), European Society Gynecology Endoscopy (ESGE), American Association Gynecology Laparoscopy (AAGL), Perhimpunan Fertilisasi In Vitro Indonesia (PERFITRI), Indonesian Gynecology Endoscopy Society (IGES) dan saat ini sebagai Ketua Fertility Endocrinology Reproduction (HIFERI) untuk cabang Palembang.

Beberapa tahun berselang, Cakra kini telah berhasil membantu kelahiran 500 bayi tabung. Tak ada proses persalinan yang tidak istimewa baginya.

Apalagi, dengan adanya program bayi tabung, Chakra merasa lebih bahagia karena pada proses tersebut tak hanya harus melakukan upaya ekstra tetapi juga menguras emosinya.

Baginya, lewat program bayi tabung dapat memberikan harapan kepada para pasangan untuk lebih bersemangat dalam merencanakan kehamilan.

"Inginnya saya masyarakat Sumsel tidak perlu jauh ke Jakarta atau ke luar negeri seperti Malaysia, Singapura dan sebagainya hanya untuk program bayi tabung. Di Palembang pun ada dengan layanan yang tidak jauh berbeda dan tarif yang terhitung murah dibanding harus bolak-balik ke luar negeri," ujarnya.

Editor: Siemen Martin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved