Breaking News:

Berita OKU Selatan

Hanyut 2 Hari, Jasad Suryana Petani Desa Simpang Tiga Ditemukan Terapung di Sungai Saka

Pasca berhasil ditemukan dan dievakuasi, jenazah korban rencananya akan langsung dilakukan pemakaman di Desa Simpang Tiga Kecamatan Kisam Tinggi.

SRIPO/ALAN
Mayat korban tenggelam Suryana (29) berhasil ditemukan di Sungai Saka wilayah Desa Negeri Agung Kecamatan Buay Sandang Aji, Sabtu (24/4/2021). 

TRIBUNSUMSEL.COM, MUARADUA - Warga Desa Simpang Tiga Kecamatan Kisam Tinggu OKU Selatan Suryana Bin Wario (29) yang hanyut terbawa arus Sungai Saka tengah meluap (pasang) berhasil ditemukan dalam kondisi tak bernyawa.

Jenazah mendiang korban yang hanyut di aliran sungai sekitaran Desa Kota Karang Kecamatan Buay Sandang Aji (BSA) pada Kamis (22/4/2021) sekira pukul 12.30 lalu ditemukan dua hari setelahnya di wilayah di Desa Negeri Agung. Sabtu (25/4) puku12.30 WIB.

"Sudah ditemukan di Desa Karang Agung, Kecamatan Buay Sandang Aji oleh Tim BPBD bersama masyarakat sekitar pukul 12.30 WIB dalam keadaan sudah meninggal,"ujar Kepala BPBD OKU Selatan Dony Agusta SKM, MM dihubungi Sabtu (24/4).

Dony mengatakan pasca berhasil ditemukan dan dievakuasi, jenazah korban rencananya akan langsung dilakukan pemakaman di Desa Simpang Tiga Kecamatan Kisam Tinggi.

"Kemudian jenazah dibawa ke Desa Simpang Tiga untuk langsung proses pemakaman,"terang Dony

Diketahui, peristiwa korban hanyut terbawa arus terjadi pada Kamis sekira pukul 12.30 WIB siang. Saat itu korban bersama dua rekannya dari Desa Simpang Tiga Kecamatan Kisam Tinggi menuju kebun kopi yang melewati aliran Sungai Saka di Desa Kota Karang Kecamatan Buay Sandang Aji (BSA).

Ketiganya yang sempat diterjang deras arus sungai yang sedang pasang Suryana (29) korban yang ditemukan telah meninggal, Apli ( 45) dan Andre (35). Mereka hendak menuju kebun kopi milik Hairul (45) bekerja upahan yang berada di seberang aliran Sungai Saka.

Baca juga: Viral Pemuda di Palembang Todongkan Pistol ke Tukang Ojek, Saat Ditembakkan Keluar Api, Ini Faktanya

Baca juga: Cerita Tunanetra Yayasan Netra Mandiri Saat Ramadan, Alhamdulillah Tahun Ini Bisa Tadarus Bersama

Di tepi sungai, mendapati aliran sungai tengah pasang memutuskan menunda penyebrangan menunggu sampai air surut. Beberapa jam kemudia air telah mulai surut ketiganya melakukan penyebrangan menggendarai sebuah rakit dari bambu.

Namun, nahas setelah sedang berada ditengah sungai aliran sungai Saka kembali meluap dan menghantam rakit yang dibawa ketiganya.

Ketiganya terbawa arus. Kendati demikan dua orang Apli ( 45) dan Andre (35) berhasil berenang menyelamatkan diri ke tepian sungai sementara korban Suryana (29) diduga tenggelam dan belum ditemukan.

Karena air telah surut, korban bersama kedua rekannya termasuk (korban-red) memutuskan untuk menyebrang sekitar pukul 12.00 WIB siang dan tiba-tiba luapan air susulan menghantam rakit.

"Hingga tengah hari pukul 12.00 WIB, air sungai mulai surut mereka memutuskan menyebrang menggunakan Rakit bambu dan tanpa diduga arus deras susulan tiba tiba menghantam rakit kami, hingga kita hanyut terbawa arus,"ujar Hairul.

Ikuti Kami di Google Klik

Editor: Vanda Rosetiati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved