Breaking News:

Berita Pagaralam

Cerita Pengrajin Rotan di Kota Pagaralam, Dua Minggu Hanya Terjual Satu Buah

Pengrajin buah tangan dari rotan asal Kota Pagaralam mengaku terpukul pandemi Covid-19 yang berdampaknya pada sepinya penjualan asal kota wisata itu.

Editor: Yohanes Tri Nugroho
SRIPOKU.COM/WAWAN SEPTIAWAN
Pengrajin Rotan menjual kerajinan dari rotan asli Pagaralam yang berada dijalan lintas Pagaralam-Lahat tepatnya di Desa Tanjung Menang Kecamatan Dempo Selatan. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PAGARALAM - Pandemi Virus Corona (Covid-19) sudah berlangsung tepat satu tahun ini.

Pandemi ini membuat banyak sektor yang terdampak bahkan nyaris tidak bisa berjalan seperti sektor pariwisata.

Terdampaknya sektor pariwisata berimbas pada sektor lainnya yaitu sektor perdagangan terutama para pelaku UMKM.

Seperti yang terjadi di Kota Pagaralam yang merupakan salah satu destinasi wisata di Sumsel.

Kota Pagaralam cukup terdampak karena menurunnya tingkat kunjungan wisatawan ke Pagaralam.

Hal ini juga berdampak pada usaha-usaha kecil yang bergantung pada wisatawan. 

Seperti para pengrajin buah tangan dari rotan asal Kota Pagaralam.

Baca juga: Kasus Covid-19 Sumsel Meningkat, Polres Pagaralam Kembali Awasi Penerapan Prokes

Para pengrajin rotan ini sangat merasakan dampak dari Pandemi Covid-19 ini. Bahkan satu tahun ini mereka merasa sudah dalam kondisi kritis. 

Pasalnya penjualan kerajinan rotan mereka turun lebih dari 100 persen.

Bahkan kadang dalam satu bulan belum tentu hasil kerajinan rotan mereka laku terjual.

Halaman
123
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved