Breaking News:

Berita Kriminal Palembang

Spesialis Curanmor di Kawasan KM 7 Palembang Ditembak Jatanras Polda Sumsel

Spesialis curanmor di kawasan Jalan Kolonel H Barlian keok di tembak anggota unit 5 Subdit 3 Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel.

TRIBUNSUMSEL.COM/ARDIANSYAH
Defri Ramadhansyah (22) Spesialis Curanmor di Kawasan Kolonel Barlian Keok Ditembak Polisi. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Spesialis curanmor di kawasan Jalan Kolonel H Barlian keok di tembak anggota unit 5 Subdit 3 Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel.

Tersangka Defri Ramadhansyah (22), hanya bisa meringis kesakitan ketika dibawa ke Mapolda Sumsel, Kamis (22/4/2021).

Warga  Perumahan Bulu Jadongan, Kecamatan Talang Kelapa, Banyuasin harus ditindak tegas karena, berupaya melawan polisi ketika akan ditangkap.

Dari pengakuan tersangka, sudah tiga kali berhasil melakukan pencuri am motor di sepanjang Jalan Kolonel H Barlian KM 7 Palembang.

Baca juga: Kantor Imigrasi Kelas 1 Palembang Ungkap Pemohon Paspor Turun Drastis, Cuma 15-20 Orang per hari

Ia beraksi tak seorang diri, melainkan bersama temannya yang sudah kabur mengetahui Defri tertangkap.

"Tugas aku yang eksekusi, kalau teman aku tugasnya menunggu di motor. Kalau di KM 7 sudah tiga kali, ditempat lain dua kali jadi lima kali kami mencuri motor," kata Defri, Kamis (22/4/2021).

Motor hasil curian, dijual kepada penadah yang sudah menunggu.

Bahkan setiap beraksi, tak jarang ia menerima pesanan sepeda motor dari orang yang mau membeli sepeda motor dengannya.

Baca juga: Mengenal Kasat Narkoba Polrestabes Palembang AKBP Andi Supriadi, Waktu Kecil Ingin Jadi Pilot

Berbekal kunci T, Defri memilih beraksi di siang hari. Hal ini, dikarenakan lebih memudahkan untuk mengeksekusi dan kabur.

"Kami selalu melihat kondisi. ketika sepi, baru kami beraksi. kalau berhasil, satu motor kami jual Rp 2 juta per unit," pungkasnya.

Kasubdit 3 Jatanras Polda Sumsel, Kompol Christoper Panjaitan melalui Kanit 5, Kompol Sukri A Rivai mengatakan pelaku sudah lima kali beraksi melakukan pencurian sepeda motor.

"Pelaku ini merupakan sindikat pencurian sepeda motor. Pelaku beraksi setiap ada pesanan seseorang yang ingin sepeda motor merk tertentu. Pelaku terancam pasal 363 KUHP dengan ancaman di atas lima tahun penjara," katanya. 

Penulis: M. Ardiansyah
Editor: Yohanes Tri Nugroho
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved