Breaking News:

Berita Muaraenim

Muaraenim Lakukan PPKM Tahap II

Karena masih adanya pandemi Covid 19, Kabupaten Muaraenim lakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro tahap II,Kamis,(22/4/2021).

Penulis: Ika Anggraeni
Editor: Yohanes Tri Nugroho
TRIBUNSUMSEL.COM/IKA ANGGRAENI
Plt.Sekda Muaraenim,Emran Tabrani 

Laporan Wartawan Tribunsumsel.com,Ika Anggraeni

TRIBUNSUMSEL.COM,MUARAENIM- Karena masih adanya pandemi Covid 19, Kabupaten Muaraenim lakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro tahap II,Kamis,(22/4/2021).

Hal ini dikatakan oleh Pj.Sekda Muaraenim,Emran Tabrani bahwa sebelumnya Kabupaten Muaraenim telah menjalani PPKM skala mikro tahap I yang dilaksanakan dari tanggal 6-19 April 2021.

"Dan ini PPKM tahap II yang telah di mulai dari tanggal 20 April hingga 4 Mei 2021 mendatang,"katanya.

Dikatakan Emran,bahwa pemberlakuan PPKM tahap 2 ini dengan mengikuti  instruksi mendagri no 9 tahun 2021.

"Waktunya 14 hari dengan kondisi kabupaten Muaraenim yang berada di zona orange. Untuk kecamatan yang masih berstatus merah dikabupaten Muaraenim hanya dua kecamatan yakni kecamatan Muaraenim dan kecamatan Lawang Kidul,

sementara dua kecamatan lainnya zona orange yakni kecamatan Gelumbang dan Ujanmas. Sedangkan yang lain zona hijau,"katanya. 

Emran juga menerangkan bahwa, untuk mengatasi zona merah dan orange tim satgas covid memprioritaskan kecamatan Muaraenim dan kecamatan Lawang Kidul namun tetap waspada kecamatan yang desa-desanya berada di zona orange kuning dan hijau. 

"Dengan pemberlakuan PPKM diharapkan upaya pencegahan cakupan wilayahnya dipersempit sampai ke tingkat RT dengan harapan pasien yang posistif covid mudah dilakukan tindakan 3T dan pengawasan oleh jajaran lurah, kades dan RT,"katanya.

Ia juga mengatakan saat ini juga, Pemkab Muaraenim telah membentuk posko disetiap desa.

"Di setiap Posko ini terdiri dari petugas gabungan yang terdiri dari TNI Polri, petugas kesegatan dan lain lain, itu di SK kan oleh Kades setempat, karena itu menggunakan anggaran 8 persen dari dana desa," terangnya.

Lanjutnya, diposko ini telah diatur dimana disana juga ada patroli wilayah termasuk sosialisasi ke tempat keramaian seperti pasar dan tempat-tempat lainnya.

" Ini bertujuan untuk menyempitkan ruang gerak penyebaran covid 19, sehingga lebih mudah memonitor penyebarannya, agar tidak mudah menyebar lagi, ini tentunya merupakan hal yang baik," pungkasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved