Breaking News:

Berita Palembang

Kantor Imigrasi Kelas 1 Palembang Ungkap Pemohon Paspor Turun Drastis, Cuma 15-20 Orang per hari

Pembuatan paspor di masa pandemi ini cukup menurun drastis, hampir 95 persen turunnya dibandingkan sebelum adanya pandemi Covid-19

TRIBUN SUMSEL/LINDA TRISNAWATI
Kantor Imigrasi Kelas I Tempat Permeriksaan Imigrasi (TPI) Palembang, Jalan Pangeran Ratu Jakabaring, Kamis (22/4/2021). 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Selama Pandemi Covid-19, permintaan pembuatan paspor di Kantor Imigrasi Kelas 1 Kota Palembang menurun drastis. Bahkan penurunannya hampir mencapai 95 persen.

"Saat pandemi Covid-19 ini yang mengajukan permohonan pembuatan paspor 15-20 per hari," kata Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Tempat Permeriksaan Imigrasi (TPI) Palembang, Azwar Anas, Kamis (22/4/2021).

Lebih lanjut ia mengatakan, sesuai undang-undang nomor 6 tahun 2011 tentang keimigrasian mengatur tentang keluar masuk warga negara Indonesia dan warga negara asing dari dan ke wilayah Indonesia.

"Terkait dengan pembuatan paspor di masa pandemi ini cukup menurun drastis, hampir 95 persen turunnya dibandingkan sebelum adanya pandemi Covid-19," katanya.

Azwar Anas menjelaskan, kalau sebelum masa pandemi permohonan membuat paspor sebanyak 150-200 permohonan setiap hari. Namun saat pandemi ini hanya 15-20 per hari.

Nah yang menyebabkan kenapa berkurang, ini jadi pertanyaan. Dengan adanya pandemi Covid-19 negara-negara banyak menutup pintu masuk warga negara asing seperti Malaysia, Singapura, Arab Saudi dan lain-lain.

"Khusunya Arab Saudi ini banyak warga Palembang yang umrah dan haji. Namun kini Arab Saudi melarang negara Indonesia masuk ke Arab Saudi," katanya.

Untuk itulah akibatnya antusias masyarakat untuk membuat paspor berkurang. Sebab warga Palembang ini kebanyakan kalau tidak umrah ya jalan-jalan ke negera terdekat seperti Malaysia dan Singapura. Ada juga yang bekerja disana.

"Yang buat paspor saat ini kebanyakan untuk persiapan, sapa tahu negara-negara tersebut mulai membuka. Karena paspor ini kan berlaku selama lima tahun," jelasnya.

Baca juga: Wajib Dikeluarkan, Berikut Fungsi Dikeluarkannya Zakat Fitrah dan Zakat Mal

Baca juga: TPP Dipotong 50 Persen, ASN Pemkot Palembang Hanya Pasrah, Bingung Bayar Kredit Rumah

Menurutnya, dengan adanya pandemi Covid-19 ini sangat dirasakan penurunan pembuatan paspor di imigrasi. Tentunya dengan penurunan ini berdampak pada penerimaan negara bukan pajak oleh imigrasi yang notabenenya disetorkan kepada negara.

"Mudah-mudahan pandemi ini cepat berakhir. Untuk itu kita juga melakukan inovasi yaitu Eazy Paspor, artinya sangat muda untuk mendapatkan paspor," katanya.

Untuk Eazy Paspor ini syaratnya sama seperti pada umumnya yaitu menyiapkan KK, KTP, akte kelahiran dan menyiapkan surat permohonan ke imigrasi. Sedangkan untuk pesertanya minimal 50 orang, atau dilakukan secara kolektif.

Ikuti Kami di Google Klik

Penulis: Linda Trisnawati
Editor: Vanda Rosetiati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved