Breaking News:

Target 50 Ribu Merchant BSB Bidik Pasar dan UMKM Sosialisasikan Transaksi Non Tunai

Bank Sumsel Babel terus menggalakkan program pembayaran non tunai berbasis QRIS dan menargetkan bisa menggandeng 50 ribu merchant.

Penulis: Hartati | Editor: Prawira Maulana
HARTATI
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumsel, Hari Widodo bertransaksi menggunakan pembayatan min tunai BSB QRIS di bazar ramadan bank Sumsel Babel A Rivai, Senin (19/4/2021). 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Bank Sumsel Babel terus menggalakkan program pembayaran non tunai berbasis QRIS dan menargetkan bisa menggandeng 50 ribu merchant.

Direktur Utama Bank Sumsel Babel (BSB) Achmad Syamsudin mengatakan hingga kini sudah ada 15 ribu merchant BSB yang sudah mengunakan QRIS dan terus akan ditambah jumlahnya sehingga semakin mudah bertransaksi non tunai di mana saja.

"Bank Sumsel Babel mengikuti anjuran Bank Indonesia (BI) menggalakkan pembayaran non tunai salah satunya dengan menggelar bazar ramadan yang menggandeng UMKM binaan BSB," ujar Achmad Syamsyudin, Senin (19/4/2021).

Achmad Syamsudin mengatakan Ramadan menjadi bulan penuh berkah bagi siapa saja bukan cuma umat muslim karena semua mendapatkan rezeki jika berusaha. Salah satu usaha itu yakni memfasilitasi UMKM menjual produknya di bazar ramadan ini.

Dia mengatakan bazar ramadan ini juga akan dilakukan di BSB lainnya. Seperti hari ini dilakukan oleh BSB cabang Kapten A Rivai dengan 10 tenant dan akan dilakukan bergilir sehingga nanti banyak UMKM yang bisa ikut andil menjajakan dagangannya.

BSB juga hadir di pasar tradisional seperti di Bangka Pasar Tobo Ali, sehingga masyarakat yang datang dan belanja kebutuhan sehari-hari bisa bertransaksi menggunakan BSB QRIS.

Kepala Bank Indonesia Perwakilan Sumsel, Hari Widodo mengatakan mendukung upaya BSB mensosialisasikan penerapan pembayaran non tunai. Dia mengapresiasi BSB karena menjadi satu dari enam bank pembangunan daerah yang mendapat izin menyelenggarakan pembayaran non tunai, sebab tidak semua bank daerah mendapatkan izin ini.

Hari mengatakan digitalisasi perbankan harus terus didorong untuk memudahkan masyarakat bertransaksi. Pandemi memang belum usai namun tidak berarti membatasi aktivitas dan kegiatan ekonomi karena roda perekonomian harus terus berjalan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Hari percaya perekonomian akan terus membaik seiring dengan terus menggeliatnya roda perekonomian.

"Perekonomian harus tetap berjalan dan penggunaan digitalisasi perbankan memudahkan transaksi tanpa harus banyak  bersentuhan langsung, semoga pandemi ini segera usia dan kembali pulih seperti biasa," tutup Hari.(tnf)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved